Pendekatan Triple Helix dalam Membentuk City Branding

Main Article Content

Sri Dewi Setiawati Asep Suryana Dadang Sugiana Centurion Chandratama Priyatna

Abstract

City branding saat ini banyak digunakan sebagai strategi pemasaran pariwisata. Di Indonesia city branding masih hanya berbertuk jargon dari pemerintah saja. City branding bukan sebuah jargon, tetapi city branding adalah bagaimana menggali potensi daerah untuk membentuk positioning yang akan mudah diingat oleh para wisatawan. Untuk semakin memperkuat positioning tersebut, perlu peran aktif dari berbagai pihak dalam melakukan strategi branding dalam wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan sebuah konsep city branding dengan menggunakan pendekatan triple helix antara pemerintah, UKM dan pihak komunitas yang didalamnya banyak terdapat akademisi. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan dalam membangun city branding penting membangun hubungan antara ketiga pilar pemerintah, UKM dan komunitas. Hal ini dikarenakan dalam membangun city branding, bukan hanya memberikan tagline atau jargon pada suatu wilayah. Tetapi perlu bukti fisik yang muncul, dapat dilihat dan dirasakan oleh para wisatawan. Peran aktif dari para pelaku UKM yang dibantu oleh komunitas kreatif dalam melahirkan produk-produk kreatif, menjadi peran penting dalam memberikan bukti fisik dari sebuah city branding. Peran pemerintah tentu menjadi yang utama, sebagai pemilik regulasi yang mendukung peran dari para UKM dan komunitas.

Article Details

How to Cite
SETIAWATI, Sri Dewi et al. Pendekatan Triple Helix dalam Membentuk City Branding. Jurnal Pariwisata Indonesia, [S.l.], v. 2, n. 2, nov. 2019. ISSN 2655-965X. Available at: <http://journal.uib.ac.id/index.php/altasia/article/view/561>. Date accessed: 20 oct. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.37253/altasia.v2i2.561.
Section
Articles