Menentukan Identitas Kota Tasikmalaya dengan Pendekatan The City Branding Hexagon

Main Article Content

Yusuf Abdullah Aa Willy Nugraha

Abstract

Persaingan bisnis tidak hanya terjadi pada perusahaan melainkan terjadi pada kota. Setiap kota melakukan branding sebagai cara untuk membentuk citra dan membentuk identitas kota tersebut. City branding dibentuk berdasarkan pada potensi kota untuk menciptakan nilai jual kota tersebut dalam menarik perhatian dan menciptakan keputusan masyarakat untuk berkunjung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas Kota Tasikmalaya melalui pendekatan The City Branding Hexagon dari Simon Anholt (2007), yaitu konsep city branding yang bertujuan untuk menentukan identitas suatu kota. The city branding hexagon terdiri dari indikator kehadiran, potensi, tempat, orang, semangat, dan prasyarat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya membentuk city branding “Tasik Kota Resik, Tasik Kota Kreatif” melalui the city branding hexagon untuk membentuk identitas Kota Tasikmalaya sebagai kota yang resik/ indah dan memiliki atraksi wisata yang layak untuk dikunjungi.

Article Details

How to Cite
ABDULLAH, Yusuf; NUGRAHA, Aa Willy. Menentukan Identitas Kota Tasikmalaya dengan Pendekatan The City Branding Hexagon. Jurnal Pariwisata Indonesia, [S.l.], v. 2, n. 2, nov. 2019. ISSN 2655-965X. Available at: <http://journal.uib.ac.id/index.php/altasia/article/view/549>. Date accessed: 20 oct. 2020. doi: http://dx.doi.org/10.37253/altasia.v2i2.549.
Section
Articles