Analisis Pengelolaan Ekowisata Hutan Mangrove Berbasis SWOT

Authors

  • Aziz Akbar Mukasyaf Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Shaiful Hidayat Al Khatami Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Sofie Shuja Rachmasya Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Gilang Ramadhan Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mufid Ikhsanudin Hartanto Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Shofa Arum Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Anneke Pudyayu Sekar M Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Muhammad Azuwar Annas Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Rino Dzul Qa'd Januar Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Ratih Kusumaningrum Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Sigit Indri Anto Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Hanna Mufidah Nastiti Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.37253/altasia.v6i1.9069

Keywords:

Pengelolaan Ekowisata, Kota Denpasar, Analisis SWOT, Mangrove

Abstract

Salah satu daya tarik pariwisata yang dimiliki oleh Kota Denpasar adalah hutan mangrove. Hutan mangrove memiliki peran yang signifikan dalam ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah pesisir, termasuk masyarakat Bali secara umum. Salah satu kawasan hutan mangrove yang dijadikan destinasi ekowisata adalah di kawasan Waduk Denpasar Selatan yaitu Mangrove Batu Lumbang dan Mangrove Suwung Kauh. Pada kenyataannya, ekowisata mangrove telah banyak dikembangkan, akan tetapi masih belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi langkah penting untuk merencanakan pengembangan kawasan wisata yang tidak hanya berkelanjutan secara alamiah tetapi juga meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengelolaan ekowisata di Mangrove Batu Lumbang dan Mangrove Suwung Kauh dan strategi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kunjungan wisata di tempat tersebut. Upaya analisis pengelolaan ekowisata di Hutan Mangrove Batu Lumbang dan Mangrove Suwung Kauh menggunakan metode analisis SWOT. Aspek kekuatan (Strengths) yaitu lokasi kedua ekowisata memiliki keindahan alam mangrove yang menarik, memberikan potensi daya tarik wisatawan. Aspek kelemahan (Weakness) menunjukkan adanya keterbatasan sarana dan prasarana. Keberadaan sarana yang kurang memadai menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas layanan ekowisata. Aspek peluang (Opportunities) tertuju pada peluang pengembangan fasilitas dan promosi ekowisata mangrove di Denpasar. Peluang lainnya mencakup pendekatan pemasaran yang lebih agresif, potensi kemitraan dengan pihak swasta, dan integrasi teknologi seperti aplikasi mobile untuk meningkatkan interaksi dengan pengunjung. Sedangkan aspek ancaman (Threats) menyoroti adanya potensi kerusakan lingkungan dan perubahan ekosistem yang dapat memengaruhi kualitas mangrove, fluktuasi pariwisata global, dan kondisi cuaca yang tidak terprediksi menjadi ancaman yang perlu diantisipasi dalam pengelolaan ekowisata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arida, I.N.S. (2017). Ekowisata: Pengembangan, Partisipasi Lokal, dan Tantangan Ekowisata. Denpasar: Cakra Press.

David, F.R. (2010). Strategic Management. Manajemen Strategis 12th Ed. Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat.

Eplerwood, M. (2002). Ecotourism : Principles, Practices & Polices for Suistainability. United Nations Environment Programme Division of Technology, Industry and Economics.

Fandeli, C. (2001). Dasar-Dasar Manajemen Kepariwisataan Alam. Yogyakarta: Liberty.

Ferrel, O.C. & Harline, D.S. (2005). Marketing Strategy. South Western: Thomson Corporation

Honey, M. (2008). Ecotourism and Sustainable Development: Who Owns Paradise? (2nd ed.). Washington, DC: Island Press.

Husnayaen, H., Amela, P., Arini, D. P., & Putra, I. K. A. (2023). Pemetaan Sebaran dan Kerapatan Hutan Mangrove Menggunakan Machine Learning pada Google Earth Engine dan Sistem Informasi Geografi di Pulau Bali. Jurnal Perikanan Unram Vol. 13(1), 266–277. Doi:org/10.29303/jp.v13i1.474.

Kotler, P. & Keller, K.L. (2012). Marketing Management 14th Ed. Boston: Prentice Hall.

Kustanti, A., Nugroho, B., Darusman, D., & Kusmana, C. (2012). Integrated Management of Mangroves Ecosystem in Lampung Mangrove Center (LMC) East Lampung Regency, Indonesia. Journal of coastal develpopment Vol. 15(2), 209-216.

Lugina, M., Alviya, I., Indartik, I., & Aulia Pribadi, M. (2017). Strategi Keberlanjutan Pengelolaan Hutan Mangrove Di Tahura Ngurah Rai Bali. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol. 14(1), 61–77. Doi:org/10.20886/jakk.2017.14.1.61-77.

Manihuruk, A. Q. D. T., Restu, I. W., & Kartika, I. W. D. (2022). Strategi Pengelolaan Ekowisata Mangrove Berbasis Konservasi pada Objek Wisata Alam Trekking di Tahura Ngurah Rai, Bali. Current Trends in Aquatic Science Vol. 2(4), 133–140.

Mursyid, H., Bayu Aji, K., Panuntun, M., Faris Ihsan, M., & Pinem, M. (2022). Urgensi Pelestarian Ekosistem Lingkungan Fisik Pada Destinasi Wisata: Pengalaman dari Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove Batu Lumbang, Denpasar, Bali. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Vol. 9(1), 451-477. Doi:org/10.24843/JUMPA.2022.v09.i01.p19

Nababan, E.J.K., Qurniati, R. & Kustanti, A. (2016). Modal Sosial pada Pengelolaan dan Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari Vol. 4(2), 89-100. Doi:org/10.23960/jsl2489-100.

Pemerintah Kota Denpasar. (2020). Wisata Hutan Mangrove. Diakses tanggal 27 Desember 2023 pukul 15.34 WIB di https://www.denpasarkota.go.id/wisata/wisata-hutan-mangrove.

Rangkuti, F. (2014). Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rosyada, A., Anwari, M.S. & Muflihati. (2018). Pemanfaatan Tumbuhan Mangrove oleh Masyarakat Desa Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan Lestari Vol. 6(1), 62-70. Doi:org/10.26418/jhl.v6i1.23869.

Sari, N.W.V. (2002). Pengelolaan Sampah di Kawasan Hutan Mangrove Suwung Teluk Beno Sebagai Upaya Kebersihan Lingkungan dan Pengembangan Ekowisata Mangrove. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang

Srihermanto, B., Rispawati, D., Iswan, I., AS, M. S., & Kurniati, N. (2022). Penanaman Mangrove Sebagai Bentuk Kepedulian STIA MATARAM Di Taman Nasional Gili Petagan Sambelia, Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Mandiri Vol. 1(5), 779-784.

Sudiarta, M. (2006). Ekowisata Hutan Mangrove: Wahana Pelestarian Alam dan Pendidikan Lingkungan. Jurnal Manajemen Pariwisata Vol. 5(1), 1-25.

Sulastini, D., Sri, M.D.W., Susilo, U., & Widiastuti, R.W. (2011). Seri Buku Informasi Dan Potensi Mangrove.

Suwarsih. (2018). Pemanfaatan Ekologi dan Ekonomi dari Program Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Pesisir Pantai Desa Jenu Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Jurnal Techno-fish Vol 2(1), 12-18. Doi:org/10.25139/tf.v2i1.711.

Ubu Lele, A. (2017). Pelestarian Potensi Ekowisata di Kawasan Hutan Mangrove Desa Suwung Kauh Denpasar Selatan. dwijenAGRO Vol. 7(1), 7-11. Doi:org/10.46650/dwijenagro.7.1.497.%25p.

UNESCO. (2009). Ekowisata : Panduan Dasar pelaksanaan. Enviromental Science UNESCO Office. Jakarta.

Warpur, M. (2016). Struktur Vegetasi Hutan Mangrove dan Pemanfaatannya di Kampung Ababiaidi Distrik Supiori Selatan Kabupaten Supiori. Jurnal Biodjati Vol. 1(1), 19-26. Doi:org/10.15575/biodjati.v1i1.1040.

Downloads

Published

2024-02-27