Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Revisit Intention di Museum Wayang Kawasan Kota Tua Jakarta

Main Article Content

Gloria Angelica
Imam Ardiansyah

Abstract

Kawasannkota tua merupakan salah satu destinasi wisata bersejarah yang memiliki beberapa daya tarik salah satunya adalah Museum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dan sejauh mana daya tarik wisata mempengaruhi minat wisatawan untuk kembali berkunjung ke Museum Wayang Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Atraksi dan fasilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali. Hal ini menunjukkan bahwa atraksi yang terdapat di Museum Wayang tidak menarik perhatian pengunjung, serta beberapa  fasilitas kurang dikelola dengan baik. Aksesibilitas dan layanan tambahan berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung kembali ke Museum Wayang Jakarta. Kemudahan akses dan layanan tambahan menuju Museum Wayang menjadi salah satu faktor wisatawan ingin berkunjung kembali ke Museum Wayang. Saran bagi pengelola Museum Wayang agar dapat meningkatkan dan mengembangkan atraksi wisata dan fasilitas yang ada, serta mempertahankan kualitas pelayanan yang diberikan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Bagus, I., & Wanda, K. (2018). KEPUASAN PENGUNJUNG ( Survei pada Pengunjung Situs Trowulan ). 55(3), 83–91.

Delfin, D. (2019). Nilai Budaya Lokal Pada Perancangan Museum Wayang Kota Tua Jakarta. Mezanin, 2(1), 64–71.
Dyanita Nawangsari , Chatarina Muryani, R. U. (2018). PENGEMBANGAN WISATA PANTAI DESA WATU KARUNG DAN DESA SENDANG KABUPATEN PACTAN TAHUN 2017. 4(1), 31–40.

Febrina, N. (2015). PERSEPSI WISATAWAN TENTANG DAYA TARIK WISATA PEMANDIAN TIRTA ALAMI KABUPATEN PADANG PARIAMAN.

Indriani, A., Wilopo, W., & Pangestuti, E. (2016). PENGARUH EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PENGUNJUNG (Studi Pada Jawa Timur Park 2 Kota Batu). Jurnal Administrasi Bisnis S1 Universitas Brawijaya, 37(2), 113–120.

Khotimah, K. (2017). ( Studi Kasus pada Kawasan Situs Trowulan sebagai Pariwisata Budaya Unggulan di Kabupaten Mojokerto ). 41(1), 56–65.

Madjid, K., & Shazwani, A. C. (2019). Pengoptimalan Jalur Pejalan Kaki di Kota Palembang Optimizing the Pedestrian Walkwayin Palembang City ( Case study: From Ampera Station to the Ampera Tourism Area ).

Nurkholis, A. S. (2022). Desain Interior Museum Wayang Dengan Pendekatan Spirit of Puppet Shadow. Fad, 01(01), 80–92.
Parastiwi, F. D., & Farida, N. (2016). PENGARUH DAYA TARIK DAN WORD-OF-MOUTH TERHADAP KUNJUNGAN
ULANG MELALUI KEPUASAN. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 6(1), 68-76.

Pradipta, M. P. Y. P. (2021). Analisis Daya Tarik Wisata Embung Manajar Di Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 2(2), 134–145. https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v2i2.357

Priyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Sidoarjo: Zifatama Publishing.

Rakib, M. (2017). Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Penunjang Daya Tarik Wisata. Journal of Chemical Information and Modeling, 8(9), 1–58.

Sandahl, J. (2019). The Museum Definition as the Backbone of ICOM. Museum International, 71(1–2), 1–9. https://doi.org/10.1080/13500775.2019.1638019

Sondakh, P. M. N., & Tumbel, A. (2016). Pelayanan, Keamanan dan Daya Tarik Mempengaruhi Minat Wisatawan yang Berkunjung Ke Objek Wisata Alam Gunung Mahawu, Tomohon. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(01), 280–288.

Song, H. M., Kim, K. S., & Yim, B. H. (2017). The mediating effect of place attachment on the relationship between golf tourism destination image and revisit intention. Asia Pacific Journal of Tourism Research, 22(11), 1182–1193. https://doi.org/10.1080/10941665.2017.1377740

Stylos, N., Vassiliadis, C. A., Bellou, V., & Andronikidis, A. (2016). Destination images, holistic images and personal normative beliefs: Predictors of intention to revisit a destination. In Tourism Management (Vol. 53). https://doi.org/10.1016/j.tourman.2015.09.006

Sutapa, S., Mulyana, M., & Wasitowati, W. (2017). The role of market orientation, creativity and innovation in creating competitive advantages and creative industry performance. JDM (Jurnal Dinamika Manajemen), 8(2), 152–166.

Urbanus, N., & Febianti. (2017). Analisis dampak perkembangan pariwisata terhadap perilaku konsumtif masyarakat wilayah bali selatan. Jurnal Kepariwisataan Dan Hospitalitas, 1(No.2), 118–133.

Utama, I. G. B. R. (2016). Metodologi Penelitian Pariwisata & Hospitalitas Dilengkapi Studi Kasus Penelitian).

Widiyastuti, A. D. N. D. (2018). Kajian Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas untuk Pengembangan Pariwisata Umbul Ponggok di Kabupaten Klaten.

Widyaningsih, E. (2020). PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BANYUURIP DESA JATIMULYO, KECAMATAN DLINGGO, KABUPATEN BANTUL. 2(1).

Zeithaml, V. A., Bitner, M. J., & Gremler, D. D. (2018). Services marketing: Integrating customer focus across the firm (7th ed.). McGrow-Hil.