Kajian Pengembangan Desa Wisata Ngilngof Terintegrasi

Main Article Content

Melissa Justine Renjaan
Rahmat Abdullah
Musa Putnarubun
Fikih Madilis

Abstract

Desa wisata Ngilngof  telah dikenal melalui destinasi unggulannya yaitu pantai Ngurbloat dengan branding pasir terhalus di Indonesia dan mendapat pengakuan melalui MURI pada tahun 2022. Perkembangan desa wisata Ngilngof saat ini lebih berfokus pada pengembangan destinasi Pantai Ngurbloat, dilain sisi desa wisata Ngilngof memiliki 10 daya tarik wisata lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pemetaan potensi desa dan menyusun roadmap pengembangan desa wisata Ngilngof secara terintegrasi. Tujuan penelitian ini untuk memetakan potensi desa wisata dan merumuskan skema pengembangan desa wisata Ngilngof yang terintegrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diskusi kelompok terfokus (FGD). Pendekatan tersebut dipakai untuk memfokuskan diskusi pada penyusunan skema pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur pengembangan desa wisata Ngilngof memerlukan 3 tahapan pengembangan meliputi tahap pertama yakni konektivitas dan penguatan tata kelola, kemudian tahap kedua meliputi tahapan transformasi dan inovasi serta tahapan yang ketiga yakni desa wisata Ngilngof berstandar internasioal. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa desa wisata Ngilngof dapat terintegrasi dengan desa–desa penunjang disekitar desa wisata Ngilngof melalui skema pengembangan terintegrasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Alim, Sumarno. 2012. “Perbedaan Penelitian dan Pengembangan”. http://blog.elearning.unesa.ac.id/alim-sumarno/perbedaan-penelitian dan pengembangan, diakses tanggal 14 Juli 2023, Pukul 19.00 WIT

Dewi, Made H. U., Chafid Fandeli, dan M. Baiquni. 2013. “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Mayarakat Lokal di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali”. Jurnal Kawistara, 117- 226

Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta:Rineka Cipta

Inskeep, Edward. 1991. Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Approach. Van Nostrand Reinhold. New York, Inc.

Mario Barreto dan Ketut Giantari. 2015. ”Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Panas Di Desa Marobo, Kabupaten Bobonaro Timor Leste”. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Bali, Vol.4:11.2015.

Rahma, Nur Azizah and Aulia Rahma. 2021. “Kemampuan Masyarakat Dalam Mengungkap Potensi Desa (Sebuah Aksi Partisipatorif Dalam Perencanaan Desa Wisata Di Desa Tritik, Nganjuk”. Jurnal Resolusi Konflik, CSR, dan Pemberdayaan, 6(1):82-90.

Rahmasari, Anggraeni and Pudjowati, Juliani. 2017. “Strategi Pengembangan Desa Inovasi Pariwisata Kota Batu Dengan Local Economic Resources Development (LERD. DEVELOP Jurnal Program Studi Ekonomi dan Bisnis FEB UNITOMO Surabaya, 1 (1). p. 1. e-ISSN : 2580-1767.

Singarimbun, Masri, dan Effendi, Sofian. 1989. “Metode Penelitian Survey”. Jakarta: LP3ES.

Sudarmadi, Tular. 2021. “Pencitraan (Branding) dan Promosi Desa Wisata Pengkol, Kecamatan Ngunter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah”. Jurnal Bakti Budaya, 4(2):194-208.

Suranny, Lilyk Eka. 2021. “Pengembangan Potensi Wisata Dalam Rangka Ekonomi Perdesaan Di Kabupaten Wonogiri”. Jurnal Litbang Sukowati, 1(1): 49-62.

Susianti, Hartanti Woro. 2018. “Strategi Pengembangan Desa Undisan Kecamatan Tembuku Bangli Sebagai Desa Wisata”. Jurnal kepariwisataan, 17(1), 77-87.

UNWTO. 2022. “Best Tourism Village ; Areas of Evaluation 2022 Edition”. World Tourism Organization.

Wesnawa, I Gede Astra. 2022. “Pengembangan Pariwisata Perdesaan Bali: Integrasi Potensi, Kearifan Lokal dan Ekonomi Kreatif”. Jurnal Ilmu sosial dan Humainora, 11(1):149-160.

Widodo, budiman., dan Winarti. 2019. “Pengembangan Desa Pariwisata Dengan Konsep Terintegrasi Di Desa Pusporenggo Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali”. Jurnal Collaborative Governance dalam Pengembangan Pariwisata di Indonesia, 1(1), 153-160.