Penerapan Prinsip Ekowisata di Situ Gede sebagai Daya Tarik Wisata Unggulan Kota Bogor

Authors

  • Aditya Sugih Setiawan Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor
  • Rima Pratiwi Batubara Sekolah Tinggi Pariwisata Bogor

DOI:

https://doi.org/10.37253/altasia.v4i2.6758

Keywords:

Prinsip Ekowisata, Destinasi Pariwisata, Pengembangan Pariwisata

Abstract

Situ Gede merupakan salah satu kawasan wisata alam yang ada di kota Bogor. Keunggulan dari Kawasan Situ Gede yaitu disekitarnya terdapat hutan penelitian, darmaga. Situ Gede diharapkan dapat menjadi ruang publik yang dapat menjadi destinasi wisata terbaik bagi Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan penelusuran literatur. Adapun analisa data yang digunakan yaitu analisa data kualitatif berupa reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Prinsip berbasis alam dapat diterapkan dengan mengemas wisata edukasi. Prinsip ekologis berkelanjutan didekati dari optimalisasi fisik, sumber daya manusia, biaya dan manfaat. Prinsip edukatif lingkungan diterapkan kepada pengelola, masyarakat dan pengunjung. Prinsip berbasis masyarakat lokal, dilakukan dengan keterbukaan terhadap lowongan pekerjaan, pembuatan kebijakan dan pelatihan seni budaya. Prinsip berbasis ekowisata didekati dengan menyediakan program dan fasilitas pariwisata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asti, W. (2018). Inisiasi Ekowisata Waduk Jatigede di Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 162-173.
Batubara, R. P. (2020). Strategi Pengembangan OukupSebagai Ekowisata Kesehatan Kabupaten Karo. Jurnal Ilmiah Pariwisata,Volume 25 No. 2 Juli 2020, 121-132.
Damanik, J., & Weber, H. (2008). Perencanaan ekowisata: dari teori ke aplikasi. Yogyakarta: Andi.
Gantina, D., & Lintangkawuryan, Y. (2018). Analisis Pengaruh Citra Destinasi, Kualitas Perjalan Terhadap Minat Berprilaku Wisatawan Di Kepulauan Seribu DKI Jakarta Sebagai Destinasi Prioritas Indonesia. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 179-186.
Harahap, M. N. (2021). ANALISIS DATA PENELITIAN KUALITATIF MENGGUNAKAN MODEL MILES dan HUBERMAN. Jurnal MANHAJ, 2643-2653.
Hariyana, I. K., & Mahagangga, I. A. (2015). PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN GOA PETENG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI DESA JIMBARAN KUTA SELATAN KABUPATEN BADUNG. Jurnal Destinasi Pariwisata, 24-34.
Husamah, & Hudha, A. M. (2018). EVALUASI IMPLEMENTASI PRINSIP EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN CLUNGUP MANGROVE CONSERVATION SUMBERMANJING WETAN, MALANG. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 86-95.
Kristiawan, A. P. (2021). Pengembangan Wisata Berbasis Cagar Budaya di Kompleks Percandian Penataran Kabupaten Blitar. Jurnal ALTASIA, 67-76.
Maryono, A., & Santoso, E. N. (2006). Metode memanen dan memanfaatkan air hujan untuk penyediaan air bersih, mencegah banjir dan kekeringan . Jakarta: Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
Poerwanto, S. (2017). Pembangunan Masyarakat Berbasis Pariwisata: Reorientasi dari Wisata Rekreatif ke Wisata Kreatif. Journal of Tourism and Creativity, 105-120.
R, B., & Rozak, H. A. (2012). KUALITAS DAYATARIK WISATA, KEPUASAN DAN NIAT KUNJUNGAN KEMBALI WISATAWAN MANCANEGARA DI JAWA TENGAH. Dinamika Kepariwisataan, 1-12.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alphabet.

Published

2022-08-12