Persepsi Wisatawan Nusantara tentang Mutu Aksesibilitas Pariwisata Warisan Budaya Pulau Penyengat

Authors

  • Danny Rizky Ramadhan Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.37253/altasia.v8i2.12028

Keywords:

kualitas layanan, persepsi wisatawan, aksesibilitas, Pulau Penyengat

Abstract

Pulau Penyengat ialah destinasi wisata warisan budaya di Kota Tanjungpinang yang memiliki ragam peninggalan sejarah dan dikunjungi oleh wisatawan Nusantara setiap tahun. Namun, jumlah kunjungan dalam beberapa tahun memiliki tren yang fluktuasi. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kualitas aksesibilitas, khususnya keterbatasan layanan moda transportasi pompong dan bentor yang dapat memberikan pengaruh pada kepuasan serta pengalaman wisatawan. Penelitian secara khusus mengkaji kualitas layanan transportasi berdasarkan persepsi wisatawan Nusantara du Pulau Penyengat masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi wisatawan terhadap kualitas layanan aksesibilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi wisatawan Nusantara yang mengunjungi Pulau Penyengat. Penelitian ini menunjukan bahwa layanan pompong dan bentor mendapatkan persepsi positif hingga sangat positif terutama pada pada dimensi jaminan, empati, daya tanggap, keandalan, jaminan, dan bukti fisik. Kualitas layanan memiliki hubungan yang signifikan berdasarkan jenis kelamin dan frekuensi kunjungan. Penelitian ini terbatas pada wisatawan Nusantara, satu lokasi penelitian, dan penggunaan accidental sampling. Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, keandalan jadwal, serta standar pelayanan transportasi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan probability sampling, melibatkan wisatawan mancanegara, dan membandingkan beberapa destinasi warisan budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, E., & Luthfini Lubis, A. (2023). Strategi Branding “Terpikat Pulau Penyengat” Sebagai Destinasi Wisata Sejarah, Budaya dan Religi di Kepulauan Riau. DIMENSI, 12, 212–229. https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/jurnaldms

Arly, H., & Ernawati. (2025). Dinamika Persepsi Tamu Terhadap Pelayanan dan Harga dalam Loyalitas di Hotel Berbintang. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 7(2), 313–321. https://doi.org/10.37253/altasia.v7i2.10367

Chin, C. H., Wong, W. P. M., Ngian, E. T., & Langet, C. (2022). DOES ENVIRONMENTAL STIMULUS MATTERS TO TOURISTS’ SATISFACTION AND REVISIT INTENTION: A STUDY ON RURAL TOURISM DESTINATIONS IN SARAWAK, MALAYSIA. Geojournal of Tourism and Geosites , 42, 683–692. https://doi.org/10.30892/gtg.422spl06-877

Dae-Wook, J. , Park, ‧, & Jong-Woo. (2018). A Study on the Relationship between Service Quality (HISTOQAUL) and Experience Flow, Tourism Satisfaction and Loyalty in Cultural Heritage Tourism. J Korean Soc Qual Manag, 46(3), 607–624. https://doi.org/10.7469/JKSQM.2018.46.3.607

Eraqi, M. (2006). Tourism Service Quality (Tourservqual) in Egypt : The Viewpoints of External and Internal Customers. Benchmarking : An International Journal, Emerald , 13(4).

Fick, G. R., & Ritchie, J. R. B. (1991). Measuring Service Quality in the Travel and Tourism Industry. Journal of Travel Research, 1–8.

Gaffar, V., Wetprasit, P., & Setiyorini, D. (2011). Comparative Study of Tourist Characteristicts on Cultural Heritage Tourism in Indonesia and Thailand Heritage Sites. Journal of Tourism Hospitality & Culinary Arts, 3(3), 53–68.

Hua Chin, C., Yee Law, F., Chiun Lo, M., & Ramayah, T. (2018). The Impact of Accessibility Quality and Accommodation Quality on Tourists’ Satisfaction and Revisit Intention to Rural Tourism Destination in Sarawak: The Moderating Role of Local Communities’ Attitude. Global Business and Management Research: An International Journal, 10(2), 115–127. https://www.researchgate.net/publication/328899252

Melnyk, K., & Vašaničová, P. (2026). From Boomers to Gen Z: How Generations Differ in Travel Decisions. Tourism and Hospitality, 7(3). https://doi.org/10.3390/tourhosp7030073

Parasuraman, A., Berry, L. L., & Zeithaml, V. A. (1991). Perceived Service Quality as a Customer-Based Performance Measure: An Empirical Examination of Organizational Barriers Using an Extended Service Quality Model. Human Resource Management, 30(3), 335–364.

Pratama, H., Wahyuni, S., Elsera, M., Studi Sosiologi, P., Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, F., & Maritim Raja Ali Haji, U. (n.d.). PERSEPSI WISATAWAN LOKAL KOTA TANJUNGPINANG TERHADAP PULAU PENYENGAT. Retrieved www.kemdikbud.go.id

Sasongko, G., Kameo, D. D., Siwi, V. N., Wahyudi, Y., & Huruta, A. D. (2025). The Effect of Service Quality and Heritage Tourism on Tourist Loyalty: The Case of Borobudur Temple. Heritage, 8(2). https://doi.org/10.3390/heritage8020077

Shahi, P. (2025). Measuring Service Quality in the Travel and Tourism Industry in Nepal. In Nepalese Journal of Economics.

Sihombing, D. A., Lie, S., & Hariyanto, O. I. B. (2026). Pengaruh Servqual dan Customer Value Terhadap Consumer Loyalty: Studi Empiris Restoran Sushi di Kota Batam. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 8(1), 110–122. https://doi.org/10.37253/altasia.v8i1.11530

Singh, S. P., Yadav, J., & Scholar, R. (2024). Measuring Service Quality With Reference To Tourism Industry Of Uttar Pradesh (Vol. 12, Number 1). www.ijcrt.org

Zebua, F. (2018). Persepsi Wisatawan Terhadap Fasilitas Objek Wisata Dieng. Jurnal Planologi Unpas, 5(1), 897–902.

Downloads

Published

2026-08-04