Pariwisata Berkelanjutan 'Life Below Water' pada Konservasi Warisan Alam Whale Shark Sherly di Perairan Botubarani, Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.37253/altasia.v8i2.12021Keywords:
life below water, wisata bahari, pariwisata berkelanjutan, Paus Sherly, GorontaloAbstract
Pariwisata interaksi satwa liar di kawasan pesisir semakin berkembang sebagai instrumen ekonomi lokal sekaligus sarana konservasi laut yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 14 Life Below Water. Perairan Botubarani, Gorontalo, yang dikenal sebagai habitat kemunculan Paus Sherly, menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pemanfaatan wisata dan perlindungan ekosistem laut. Meskipun berbagai kajian telah membahas wisata bahari dan konservasi satwa laut, penelitian yang secara khusus mengevaluasi implementasi prinsip Life Below Water dalam konservasi warisan alam berbasis pariwisata di Botubarani masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi pariwisata berkelanjutan berbasis SDG 14 diterapkan dalam konservasi warisan alam Paus Sherly di Perairan Botubarani. Studi ini menyoroti isu utama terkait meningkatnya aktivitas wisata interaksi satwa liar yang berpotensi menimbulkan tekanan ekologis terhadap habitat laut yang sensitif. Ketegangan antara pemanfaatan pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal dan kebutuhan perlindungan ekosistem laut menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif karena mampu memberikan pemahaman mendalam terhadap fenomena pengelolaan wisata dan konservasi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, khususnya Dinas Provinsi terkait di Bone Bolango, serta didukung oleh observasi lapangan dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan empat indikator utama dimensi konservasi warisan alam: (a) perlindungan lingkungan sensitif, (b) pengelolaan pengunjung pada situs alam, (c) interaksi manusia dengan kehidupan liar, serta (d) eksploitasi spesies dan kesejahteraan satwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya konservasi telah diterapkan melalui pembatasan ruang aktivitas wisata dan peningkatan kesadaran pengunjung, namun pengelolaan pengunjung, standar interaksi satwa, serta monitoring ekologis masih belum optimal. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan data yang didominasi oleh perspektif pemangku kepentingan pengelola serta belum terintegrasinya data ekologis kuantitatif mengenai kondisi populasi dan respons perilaku paus hiu terhadap aktivitas wisata. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan mengombinasikan pendekatan sosial dan ekologis melalui pemantauan jangka panjang untuk menghasilkan evaluasi yang lebih komprehensif terhadap keberlanjutan destinasi wisata konservasi.
Downloads
References
ACCOBAMS. (2022). Resolution 8.19 on commercial cetacean-watching. ACCOBAMS Secretariat.
Araujo, G., Labaja, J., Snow, S., & Huveneers, C. (2020). Changes in diving behaviour and habitat use of provisioned whale sharks: Implications for management. Scientific Reports, 10, 16951. https://doi.org/10.1038/s41598-020-73416-2
Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.
Bramwell, B. (2021). Sustainable tourism governance: Managing the transition to sustainability. Journal of Sustainable Tourism, 29(2–3), 185–201. https://doi.org/10.1080/09669582.2020.1817 414
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2022). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Gatra, P., & Furqan, A. (2024). Ekowisata berbasis hiu paus di Indonesia: Strategi konservasi atau ancaman baru? ALTASIA Jurnal Pariwisata Indonesia, 6(1), 85–98. https://doi.org/10.37253/altasia.v6i1.8920
García-Baciero, A. (2025). Moving towards sustainable whale shark–human interactions.
Marine Policy, 164, 105987. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2025.105987
Guzman, H. M., Collatos, C. M., & Gomez, C. G. (2022). Movement, behavior, and habitat use of whale sharks in the Tropical Eastern Pacific Ocean. Frontiers in Marine Science, 9, 793248. https://doi.org/10.3389/fmars.2022.793248
Newsome, D. (2021). The collapse of tourism and its impact on wildlife tourism destinations. Journal of Tourism Futures, 7(3), 295–302. https://doi.org/10.1108/JTF-04-2020-0053
International Whaling Commission. (2023). Whale watching handbook: Guidelines and regulations. IWC.
Legaspi, C., Araujo, G., Labaja, J., Ponzo, A., & Huveneers, C. (2020). In-water observations highlight the effects of provisioning on whale shark behaviour. Royal Society Open Science, 7(12), 200392. https://doi.org/10.1098/rsos.200392
Lucrezi, S. (2024). Assessing tourists’ perceptions to support the sustainable management of marine wildlife tourism.
Journal of Ecotourism. https://doi.org/10.1080/14724049.2024.2307 368
Masruroh, M. (2024). The impact of whale shark tourism in Botubarani on the socioculture of coastal communities. Jurnal Studi Geografi, 12(2), 55–66. https://ejurnalunsam.id/index.php/jsg/article/ view/10836
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Monoarfa, S. F., Yulianda, F., & Fahrudin, A. (2020). Nilai ekonomi wisata ikan hiu paus di Desa Botubarani. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(3), 779–790. https://doi.org/10.29244/jitkt.v12i3.31166
Moretti, V., Santoro, F., & Tonazzini, D. (2024). Progress towards SDG 14: Multidisciplinary barriers and policy challenges. Marine Policy, 158, 105612. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2024.105612
Reynolds, S. D., Norman, B. M., Franklin, C. E., Bach, S. S., Comezzi, F. G., Diamant, S., Jaidah, M. Y., Pierce, S. J., Richardson, A. J.,
Robinson, D. P., Rohner, C. A., & Dwyer, R. G. (2022). Regional variation in anthropogenic threats to Indian Ocean whale sharks. Global Ecology and Conservation, 33, e01961. https://doi.org/10.1016/j.gecco.2021.e01961
Sharpley, R. (2023). Sustainable tourism governance: Local or global? Journal of Sustainable Tourism.
Sino, R., Kasim, F., & Hamzah, S. N. (2024).
Ekowisata berbasis hiu paus di Indonesia: Strategi konservasi atau ancaman baru? ALTASIA Jurnal Pariwisata Indonesia, 6(1), 85–98. https://doi.org/10.37253/altasia.v6i1.8920
Sleeman, J. C., et al. (2020). Drivers of whale shark movement patterns. Marine Ecology Progress Series, 647, 123–136. https://doi.org/10.3354/meps13458
Tyne, J. A., et al. (2020). Long-term monitoring of whale shark tourism impacts. Biological Conservation, 243, 108459. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2020.108459
Tyne, J. A., et al. (2025). Ningaloo Marine Park management program. Frontiers in Conservation Science, 6, 1620623. https://doi.org/10.3389/fcosc.2025.1620623
United Nations Statistics Division. (2022). The Sustainable Development Goals Report 2022. United Nations.
UN Tourism. (2023). Sustainable development in tourism. UNWTO.
UNEP. (2023). Measuring progress: Waterrelated ecosystems and SDGs. UNEP.
World Wide Fund for Nature Indonesia. (2022). Get to know the right whale shark interaction tour. WWF Indonesia.
Ziegler, J. A., Dearden, P., & Rollins, R. (2021). Economic value and public perceptions of whale shark tourism. Tourism in Marine Environments, 16(3), 197–214. https://doi.org/10.3727/154427321X16104751845636
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
The article publication is wholly owned by the Indonesian Tourism Journal (ALTASIA).




.png)




