Peran Ekosistem Kebudayaan Sebagai Branding Pariwisata Budaya di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan
DOI:
https://doi.org/10.37253/altasia.v8i1.10983Keywords:
pariwisata budaya, ekosistem kebudayaan, branding, KCBN TrowulanAbstract
Pariwisata di KCBN Trowulan merupakan upaya pemanfaatan warisan budaya yang menggabungkan pelestarian tinggalan arkeologis dengan pengembangan wisata berbasis sejarah dan kebudayaan Majapahit. Meskipun memiliki potensi budaya yang besar, pembentukan branding pariwisata budaya di kawasan ini masih belum optimal karena peran ekosistem kebudayaan belum teridentifikasi secara komprehensif sebagai dasar pembentukan identitas destinasi. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya pemahaman lebih mendalam mengenai bagaimana unsur biotik dan abiotik dalam masyarakat turt berkontribusi dalam memperkuat branding KCBN Trowulan sebagai destinasi budaya. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini merumuskan pertanyaan mengenai bagaimana ekosistem kebudayaan membentuk branding pariwisata budaya di kawasan ini. Penelitian ini menggunakan data primer dari observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku budaya, komunitas lokal, serta instansi pemerintah. Data sekunder diperoleh melalui dokumen resmi, regulasi, dan publikasi ilmiah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk melihat keterkaitan antara ekosistem kebudayaan dan branding pariwisata. Validitas data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode, sementara hasil disajikan secara naratif dan tematik sebelum dirumuskan kesimpulannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem kebudayaan memiliki peran signifikan dalam membentuk branding pariwisata budaya yang autentik melalui penguatan narasi Majapahit, pelestarian objek pemajuan kebudayaan, dan pemanfaatan cagar budaya sebagai daya tarik utama. Penelitian ini terbatas pada kajian di KCBN Trowulan dengan pendekatan kualitatif sehingga belum dapat digeneralisasikan. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas cakupan dan menggunakan metode campuran.
Downloads
References
Abdullah, A. S., & Indrojarwo, B. T. (2020). Perancangan destination branding Kawasan Cagar Budaya Trowulan sebagai upaya meningkatkan brand awareness. Jurnal Sains dan Seni ITS, 9(2).
Anendra, W. S., et al. (2025). Pengembangan wisata berkelanjutan di Desa Kupang Kecamatan Jetis Mojokerto. Jurnal ALTASIA, 7(1), 39–51.
Ardiwidjaja, R. (2020). Pariwisata budaya: Pelestarian budaya sebagai daya tarik ke-Indonesiaan. Uwais Inspirasi Indonesia.
Basundoro, P., Fatihah, L., & Riyanto, E. D. (2024). Strategi pengembangan dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan dalam upaya peningkatan pembangunan pariwisata berkelanjutan pada KCBN Trowulan. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 8(2), 355–368.
Cholily, Yunus Mochammad., et.al. (2025). Aneka Metode Penelitian Pendidikan di Skeolah. Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang.
Fatihah, L., & Riyanto, E. D. (2025). Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan dari masa klasik sampai pasca reformasi. Mozaik Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 16(1), 46–63.
Fatihah, L., Riyanto, E. D., & Arifin, M. T. (2024). Zoning of Trowulan cultural heritage area as an effort to regulate the function of space in cultural paradigm. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 8(2), 462–478.
Hetharion, Bety Diana Sherly. (2024). Pendidikan Multikultural Teori dan Aplikasi. CV. Azka Pustaka.
Hidajat, R. (2025). Seni pertunjukan & pariwisata budaya Indonesia: Karakteristik dan pengelolaan penyajian seni wisata. Media Nusa Creative.
Irham, M. (2021). Pengantar ilmu pengetahuan lingkungan. Siah Kuala University Press.
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 260/M/2013 tentang Penetapan Satuan Geografis Trowulan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN).
Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 140/M/2023 tentang Sistem Zonasi Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional Trowulan.
Khoirudin, R., & Silviariza, W. Y. (2025). Menghidupkan warisan budaya: Pentas kesenian sebagai magnet wisata Candi Surowono di Kediri. Jurnal ALTASIA, 7(1), 80–93.
Kurniawati, I. (2025). Branding destinasi pariwisata. Dalam Pemasaran destinasi pariwisata. Azzia Karya Bersama.
Laila, R., Wicaksono, A. D., & Dinanti, D. (2022). Persepsi Dan Preferensi Wisatawan Pada Kawasan Cagar Budaya Trowulan. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 11(2), 137-148.
Miller, D. (2020). Marketing made simple. Kelompok Gramedia.
Neissya, I. K., Mitrasary, A., Tanuwijaya, C. F., Fadila, D. A., Rohma, A. N., Rofifah, R., & Syarifah, S. (2022). Analisis pengaruh branding terhadap keputusan pembelian suatu produk. The Journal Gastronomy Tourism, 6(1), 1-12.
Nofiyanti, F., & Adawiyah, R. (2025). Pemetaan Wisata Heritage Sebagai Kearifan Lokal Berbasis Atraksi Budaya di Kabupaten Kuningan. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial dan Humaniora, 9(3), 478-492.
Nugraheni, I., & Aliyah, I. (2020). Strategi pengembangan pariwisata berbasis identifikasi klaster wisata budaya Kota Surakarta. Cakra Wisata, 21(1).
Nurlaela, S., Siswanto, V. K., Santoso, E. B., Setyaningsih, Y., Prasetyo, F. H., Saputro, R. A., ... & Kurniawan, A. A. (2024). Pengembangan Jalur Wisata Budaya Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto Berbasis Network Strategy. Sewagati, 8(3), 1575-1589.
Prianka, W. G. (2025). Branding destinasi pariwisata Indonesia. CV Intelektual Manifes Media.
Ramadan, R. (2025). Branding destinasi pariwisata. Dalam Manajemen pemasaran pariwisata. Tim Gita Lentera.
Rizki, F., & Fitriani, F. (2025). Pariwisata Budaya dan Ekonomi Kreatif dalam Penelitian Pariwisata Kontemporer: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Pendekatan Interdisipliner. Journal of Interdisciplinary Tourism Sciences, 1(2), 54–62.
Sirajuddin, N. T., Bahalwan, F., Ode, A., Ningsih, M. S., Bahri, S., Madubun, E. L., ... & Laimeheriwa, S. (2025). Biologi Ekologi: Interaksi Organisme dan Lingkungannya. CV. Gita Lentera.
Suparman, & Muzakir. (2023). Pariwisata budaya: Potensi pariwisata budaya di negeri seribu megalit. Edu Publisher.
Sutikno, F. R., et al. (2024). Kajian kebutuhan perlengkapan jalan penunjang sektor pariwisata ruas Trowulan–Pacet Kabupaten Mojokerto. Jurnal Plano Buana, 5(1), 32–46.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Violin, S. A., et al. (2025). Transformasi ekonomi masyarakat Desa Karangsalam, Baturaden melalui wisata Curug Telu. Jurnal ALTASIA, 7(1), 52–65.
Wibowo, W., & Ayuningtyas, F. (2025). Transformasi komunikasi digital menuju Indonesia berkelanjutan: Tren dan masa depan komunikasi digital. PT Elex Media Komputindo.
Yunus, M., & Yuwita, N. (2024). Implementasi Revitalisasi Komunikasi Pembangunan Berkelanjutan Pada Branding Cultural Heritage Traildi Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto: Ditinjau Dari Teori Coordinated Management of Meaning. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora, 2(4), 182-201.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
The article publication is wholly owned by the Indonesian Tourism Journal (ALTASIA).




.png)




