Reformulation Of Judicial Forgiveness Policy Based On Justice Values That Are Useful In Criminal Law Enforcement

Authors

  • Annisa Dian Permata Herista Faculty of Law, Universitas Lampung
  • Maroni Maroni Faculty of Law, Universitas Lampung
  • Heni Siswanto Faculty of Law, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.37253/jlpt.v11i1.12252

Keywords:

judicial pardon, beneficial justice, national criminal code, restorative justice

Abstract

This study examines the reformulation of judicial pardon policy based on the value of justice that is beneficial in the context of Indonesian criminal law enforcement after the ratification of the National Criminal Code. The paradigm shift from retributive to restorative justice marks a fundamental transformation of the criminal justice system that is no longer solely oriented towards retribution, but also towards recovery and humanity. However, the existence of judicial pardon provisions in Article 54 paragraph (2) and Article 70 of the National Criminal Code has not been accompanied by comprehensive procedural law regulations, thus creating uncertainty in its implementation. This study uses a normative juridical method with a statute approach and a theoretical approach to analyze the urgency of reformulating judicial pardon policy. The results of the study indicate that a paradigm shift and legal culture of judges are needed from formal legalism to substantial humanism, the establishment of clear guidelines and implementation mechanisms through a dismissal process system based on the checklist of Article 70, and the integration of restorative justice values ​​and Pancasila in every stage of the examination. This reformulation includes mandatory inclusion of sentencing objectives and guidelines in sentencing decisions, requirements for frank confessions from defendants, victim rehabilitation as a key indicator, strict restrictions on recidivism and cases of power imbalance, and an efficient expedited procedure mechanism that still upholds human rights. This policy is expected to address correctional overcrowding, encourage social rehabilitation, and increase public trust in Indonesia's criminal justice system.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adamsyah, A., Erwinsyahbana, T., & Ramlan, R. (2023). Perspektif pendekatan keadilan restorasi dan hukum pidana adat Minangkabau dalam penyelesaian tindak pidana ringan di wilayah hukum Polres Kabupaten Pariaman. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 4(3), 186–198. https://doi.org/10.55357/is.v4i3.454

Antony, A., Sudirman, L., & Situmeang, A. (2026). Legal research methodology as a critical epistemological framework for legal argumentation and legal development. Barelang Journal of Legal Studies, 4(1), 21–50. https://doi.org/10.37253/barjoules.v4i1.12379

Arief, B. N. (2010). Kebijakan legislatif dalam penanggulangan kejahatan dengan pidana penjara. Genta Publishing. Katalog Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Arief, B. N. (2011). Bunga rampai kebijakan hukum pidana: Perkembangan penyusunan konsep KUHP baru. Kencana Prenada Media Group. Katalog Perpustakaan Universitas Indonesia

Disemadi, H. S. (2022). Lensa penelitian hukum: Esai deskriptif tentang metodologi penelitian hukum. Journal of Judicial Review, 24(2), 289–304. https://doi.org/10.37253/jjr.v24i2.7280

Farikhah, M. (2018). Rekonseptualisasi judicial pardon dalam sistem hukum Indonesia (Studi perbandingan sistem hukum Indonesia dengan sisitem hukum Barat). Jurnal Hukum & Pembangunan, 48(3), 556–588. https://doi.org/10.21143/jhp.vol48.no3.1262

Flora, H. S. (2018). Keadilan restoratif sebagai alternatif dalam penyelesaian tindak pidana dan pengaruhnya dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. University of Bengkulu Law Journal, 3(2), 142–158. https://doi.org/10.33369/ubelaj.3.2.142-158

Gunarto, M. P. (2009). Sikap memidana yang berorientasi pada tujuan pemidanaan. Mimbar Hukum, 21(1), 93–108. https://doi.org/10.22146/jmh.16248

Hamzah, A. (2014). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta. Katalog Perpustakaan Bawaslu

Muladi, & Arief, B. N. (2010). Teori-teori dan kebijakan pidana (Cet. ke-4). Alumni. Katalog Perpustakaan Mahkamah Konstitusi

Pananjung, L. K., & Akbar, N. N. (2014). Peranan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika untuk dirinya sendiri (pecandu) di Indonesia. Recidive: Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan, 3(3), 241–247. https://doi.org/10.20961/recidive.v3i3.40528

Pramudhito, Y. A. (2021). Efektivitas lembaga pemasyaraktan dalam membina narapidana di Indonesia: Sebuah tinjauan pustaka. Jurnal Yustisiabel, 5(1), 69–82. https://doi.org/10.32529/yustisiabel.v5i1.859

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2022). The dichotomy of approach in the study of legal science: A critical review. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 191–201. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.162

Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Genta Publishing. Katalog Google Books

Robensyah, A., Aripin, R., Putri, R. T., Susmita, S., & Wardani, K. K. (2026). Analisis Pasal 51 tentang tujuan pemidanaan dalam KUHP nasional perspektif hukum pidana Islam. Pagaruyuang Law Journal, 9(2), 14–30. https://doi.org/10.31869/plj.v9i2.6918

Saleh, R. (1983). Perbuatan pidana dan pertanggungjawaban pidana (Cet. ke-3). Aksara Baru. Katalog Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY

Saputra, W. (2024). Disharmoni kebijakan kriminal tujuan pemidanaan dan pelaksanaan pidana penjara melalui lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Jurnal BATAVIA, 1(4), 171–179. https://doi.org/10.64578/batavia.v1i4.77

Sari, N. A. (2024). Pengaturan tentang peringanan hukuman terhadap pelaku pembunuhan akibat penghinaan. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 1265–1273. https://doi.org/10.31316/jk.v8i1.6461

Setiawan, A., & Ismail, R. R. A. (2023). Paradigma positivisme hukum John Austin di era posmodernisme. Arena Hukum, 16(3), 485–508. https://doi.org/10.21776/ub.arenahukum.2023.01603.3

Sia, M. Y., & Sujono, S. (2024). Kajian yuridis pertimbangan hukum hakim dalam implementasi prinsip hukum progresif sebagai paradigma pembaharuan sistem peradilan pidana di Indonesia. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(6), 7992–8002. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i6.5762

Sukma, F., & Cumbhadrika, C. (2023). Urgensi penerapan rechterlijk pardon sebagai pembaharuan hukum pidana dalam perspektif keadilan restoratif. Gorontalo Law Review, 6(1), 46–61. https://doi.org/10.32662/golrev.v6i1.2678

Sutiyoso, B. (2010). Mencari format ideal keadilan putusan dalam peradilan. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 17(2), 217–232. https://doi.org/10.20885/iustum.vol17.iss2.art3

Tan, D. (2021). Metode penelitian hukum: Mengupas dan mengulas metodologi dalam menyelenggarakan penelitian hukum. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(8), 2463–2478. https://doi.org/10.31604/jips.v8i8.2021.2463-2478

Wicaksono, B. S., Ismansyah, I., & Elda, E. (2025). Rechterlijke pardon sebagai penyeimbang asas legalitas dalam pembaharuan hukum pidana Indonesia. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(4), 2658–2665. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i4.1574

Yosaliza, M., Adriaman, M., & Prakasa, R. S. (2025). Implementasi restitusi dalam tindak pidana kekerasan seksual berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri No. 101/Pid.sus/2024/PN Pyh. Sumbang12 Law Journal, 3(2), 1–15. https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/smb12lj/article/view/6382

Published

2026-07-10