Validity of a Notarial Deed Containing the Distribution of Inheritance when it Involves Elements of Fraud (Bedrog)

Authors

  • Ida Ayu Sri Widari Universitas Tarumanegara, Indonesia
  • Amad Sudiro Universitas Tarumanegara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37253/jjr.v28i1.12124

Keywords:

Notarial Deed, Bedrog, Legal Validity, Inheritance Distribution, Voidable Agreement

Abstract

The distribution of inheritance frequently gives rise to civil disputes, particularly regarding the status of heirs, the proportion of shares, and the objects constituting the estate. To obtain legal certainty, the parties often formalize such agreements in a notarial deed as an authentic deed possessing perfect evidentiary value. However, legal issues arise when the deed is established based on elements of bedrog (fraud), such as the concealment of heirs, falsification of family data, or the provision of misleading information that affects the parties’ consent. This study aims to analyze the legal regulation of bedrog under Indonesian civil law and to examine its legal consequences for the validity of a notarial deed containing the distribution of inheritance. This research is normative legal research with a prescriptive nature, employing statutory and conceptual approaches. Legal materials were obtained through library research and analyzed qualitatively using juridical reasoning. The results of the study indicate that bedrog is regulated under Article 1321 and Article 1328 of the Indonesian Civil Code as one form of defect of consent. Fraud does not render an agreement null and void by operation of law, but places it within the category of voidable agreements (vernietigbaar). In a notarial deed, bedrog does not automatically eliminate the formal authenticity of the deed as long as it is drawn up by an authorized public official and fulfills formal requirements. However, fraud impairs the parties’ consent as the material basis of the deed, so that the aggrieved party may seek annulment through the court. Once annulled, the binding force of the inheritance distribution ceases, and the parties’ rights must be restored proportionally. Bedrog affects the material validity of consent rather than directly negating the formal existence of the notarial deed. Therefore, dispute resolution must balance legal certainty and substantive justice. It is recommended that notaries strengthen the principle of prudence and verification of supporting documents in inheritance matters.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anand, G., & Hernoko, A. Y. (2016). Upaya tuntutan hak yang dapat dilakukan oleh pihak yang berkepentingan terhadap akta notaris yang cacat yuridis. Perspektif Hukum, 16(2), 154–174. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/87061

Anggriani, R. A., Utari, Y. D., Umida, N., & Agustira, A. (2024). Implementasi asas kebebasan berkontrak dalam hukum perjanjian bisnis dan implikasinya terhadap keadilan. INTERDISIPLIN: Journal of Qualitative and Quantitative Research, 1(3), 86–101. https://doi.org/10.61166/interdisiplin.v1i3.25

Alexandros, N., & Sudiro, A. (2023). Status hukum dan tanggung jawab notaris dan PPAT terhadap akta yang dibuatnya. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 8(6). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i6.12659

Anindita, S. L., & Sitanggang, E. F. (2022). Penyelesaian sengketa bedrog (penipuan) dalam perjanjian jual beli kayu: Onrechtmatige daad atau wederrechtelijk? (Studi kasus: Putusan Mahkamah Agung Nomor: 449K/PID/2001). Jurnal Hukum & Pembangunan, 52(1), 301–319. https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no1.3334

Arrodli, A. J., Ramadhan, A., Anggita, Muhammad, D. Z., & Pamungkas, D. D. (2024). Konsekuensi hukum cacat kehendak dalam pembentukan perjanjian berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. LETTERLIJK: Jurnal Hukum Perdata, 1(2), 135–144. https://doi.org/10.25134/letterlijk.v1i2.68

Burgerlijk Wetboek. (n.d.). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).

Dewantoro, F. D. (2021). Tanggung jawab notaris dalam pembuatan akta pernyataan keputusan rapat berdasarkan berita acara di bawah tangan yang cacat hukum (Studi putusan pengadilan negeri nomor 208/Pdt.G/2019/PN.Tjk). Indonesian Notary, 3, Article 18. https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1105&context=notary

Febria, T., Benni, B., & Kurniawan, D. (2025). Relevansi asas keadilan dan kepastian hukum dalam pembagian warisan menurut hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Jurnal Legal Etika, 3(2). https://doi.org/10.58819/jle.v3i2.174

Halipah, G., Purnama, D. F., Pratama, B. T., Suryadi, B., & Hidayat, F. (2023). Tinjauan yuridis konsep perbuatan melawan hukum dalam konteks hukum perdata. Jurnal Penelitian Serambi Hukum, 16(01), 138–143. https://doi.org/10.59582/sh.v16i01.923

Hatimah, H., & Wagian, D. (2025). Bedrog sebagai dasar pembatalan perjanjian. Jurnal Private Law, 5(1), 178–187. https://doi.org/10.29303/prlw.v5i1.5051

Hidayanto, N. J., Febrian, F. M., Dwiki, F., & Sulastri. (2024). Analisis konsep perjanjian (noominat) bernama dalam perspektif hukum perdata. Media Hukum Indonesia, 2(4), 475–481. https://doi.org/10.5281/zenodo.14211281

Harahap, M. Y. (2017). Hukum perjanjian. Jakarta: Sinar Grafika.

Husain, N. (2026). Notary public liability for errors in authentic deeds from the perspective of Article 16 of the Notary Office Act. Fox Justi: Jurnal Ilmu Hukum, 16(1), 113–121. https://ejournal.seaninstitute.or.id/index.php/Justi/article/view/8060

Indarto, C. D. P., & Octarina, N. F. (2024). Keabsahan hukum akta otentik yang dibuat oleh notaris yang merangkap jabatan sebagai PPAT dengan wilayah kerja yang berbeda. Rio Law Jurnal, 5(1), 278–287. https://ojs.umb-bungo.ac.id/index.php/RIO/article/download/1326/pdf

Indonesia. (1847). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).

Iqbal, F. R. (2020). Kekuatan pembuktian akta notaris yang cacat formil (Studi kasus: Perkara Nomor 1769/K/Pdt/2011). Jurist-Diction, 3(1), 77–92. https://doi.org/10.20473/jd.v3i1.17624

Isnandya, E. R. (2020). Pembatalan oleh hakim terhadap Akta Jual Beli yang dibuat berdasarkan penipuan (bedrog). Indonesian Notary, 2(3), 10. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol2/iss3/10

Karjoko, L., Iswantoro, & Ramazanova, M. (2024). Good faith in land transaction: A comparative analysis of the USA and Netherlands law. Journal of Sustainable Development and Regulatory Issues, 2(3), 185–208 https://doi.org/10.53955/jsderi.v2i3.49

Lubis, F., Putri, D. O., Iwani, S. R., Jelita, R. P., Natalia, T. N., Zakiva, A. H., & Fadilah, R. (2025). Akibat hukum pembatalan akta notaris berdasarkan putusan pengadilan dalam sengketa perdata. Tahkim, 21(1), 25–39. https://doi.org/10.33477/thk.v21i1.10670

Meng, T. T., Hartanto, & Budiman, A. (2026). Perlindungan hukum bagi korban tindak pidana penipuan melalui akta pengalihan hak atas tanah. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 4805–4818. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4600

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Paluaran, D., Purwanda, S., Kasim, A., & Jumardin. (2024). Analisis komparatif tindak pidana penipuan dalam KUHP kolonial dan KUHP nasional. Litigasi, 11(3), 345–351. https://journalstih.amsir.ac.id/index.php/julia/article/view/434

Parinussa, W., Tjoanda, M., & Latupono, B. (2021). Pembagian harta waris kepada ahli waris dari perkawinan pertama dan kedua ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. TATOHI Jurnal Ilmu Hukum, 1(4), 356–363. https://fhukum.unpatti.ac.id/jurnal/tatohi/article/view/612

Permatasari, R. Y., Alaudin, R., & Sinay, S. B. (2025). Kepastian hukum pengaturan ketidakmampuan kehendak dalam kesepakatan jual beli real estate (Analisis yuridis putusan Nomor: 54/PDT.G/2024/PN.TTE). SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(12), 4064–4079. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5063

Prayuda, H., Prawiranegara, K., Kwangtawa, S., & Anggara, B. (2025). Rekonstruksi konsep itikad baik dalam perjanjian investasi pariwisata berkelanjutan di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Journal Evidence of Law, 4(3). https://jurnal.erapublikasi.id/index.php/JEL

Pulungan, I. A. (2025). Tanggung jawab notaris dan perlindungan hukum bagi pembeli atas kerugian akibat wanprestasi (Studi Putusan Nomor 140/PDT.G/2020/PN.BDG). Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum, 4(1). https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/cessie/index

Rahmawati, S. A., & Prasetyo, M. H. (2024). Proving as an heir with a notarial deed. Awang Long Law Review, 6(2), 323–331. https://doi.org/10.56301/awl.v6i2.1147

Ramadhan, I. (2024). Analisis terkait akta otentik sebagai alat bukti dalam perkara hukum perdata. AL-DALIL: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum, 2(3), 32–37. https://doi.org/10.58707/aldalil.v2i3.875

Randomis, A. N. (2025). Regulation of legal protection for notaries in performing official duties to ensure legal certainty and justice. International Journal of Social Science Research, 5(10). https://doi.org/10.46799/ijssr.v5i10.1333

Ridwan, A. F., Diksy, K. P., Azzahra, N. F., Silitonga, R. R., Raynee, R. R., & Surahmad. (2025). Analisis tanggung jawab hukum pembeli atas wanprestasi dalam transaksi e-commerce dengan metode pembayaran cash on delivery. Media Hukum Indonesia, 2(5), 270–278. https://doi.org/10.5281/zenodo.15206693

Sari, R. M. P., PP, A. I., Lumingkewas, C. S., & Mariani. (2025). The role of notaries in civil agreements legality and validity of deeds. Jurnal Hukum Keadilan, 2(3), 13–27. https://doi.org/10.61942/jhk.v2i3.321

Safira, A., Rondonuwu, C. C., & Elprianty, F. M. (2025). Tanggung jawab notaris atas keterangan hak waris yang tidak memasukan seluruh ahli waris berdasarkan KUHPerdata. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(6). https://jhlg.rewangrencang.com/

Setiawan, R. (2017). Pokok-pokok hukum perikatan. Bandung: Binacipta.

Sitompul, C., Purba, H., & Siregar, M. (2025). Pembatalan akta perjanjian pinjam meminjam dan kuasa menjual yang dibuat notaris karena alasan adanya cacat kehendak (Analisis Putusan Mahkamah Agung Nomor 2828 K/Pdt/2017). Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(4). https://jhlg.rewangrencang.com/

Subekti. (2005). Hukum perjanjian. Jakarta: Intermasa.

Sulaiman, Hasbi, Y., Said, M. H. M., & Faisal. (2026). Reconstructing notarial liability in sale and purchase binding agreements in Indonesia. Sriwijaya Law Review, 10(1), 90–108. https://doi.org/10.28946/slrev.v10i1.5078

Supreme Court of the Republic of Indonesia. (2017). Decision Number 2828 K/Pdt/2017. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/

Surahman, S., Rohman, H., & Tondy, C. J. (2025). Perlindungan hukum perdata pemilik tanah atas dasar adanya unsur penipuan dalam akta jual beli tanah yang dibuat oleh PPAT. Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(3), 460–475. https://manggalajournal.org/index.php/cendekia

Syahrum, M. (2022). Pengantar metodologi penelitian hukum: Kajian penelitian normatif, empiris, penulisan proposal, laporan skripsi dan tesis.

Yolanda, B., Chandra, T. Y., & Halim, A. N. (2025). Kepastian hukum terhadap akta jual beli tanah yang dibuat PPAT di luar daerah kerjanya serta akibat hukumnya. Caselaw - Journal of Law, 6(1), 76–91. https://www.ojs.unigal.ac.id/index.php/caselaw/article/view/4765

Yudhistira, F., & Nasution, K. (2025). Perlindungan hukum terhadap pembeli beritikad baik atas tanah yang belum dibaliknamakan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 389/Pdt.G/2023/PN Bks). Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 3(5), 462–466. https://doi.org/10.5281/zenodo.18046958

Zackia, V. P. R. (2021). Pertanggungjawaban notaris terhadap akta yang batal demi hukum (Studi Putusan Pengadilan Negeri Nomor 09/PDT.G/2016/PN.MAM juncto Putusan Nomor 1544/PID.B/2019/PN.MKS). Indonesian Notary, 3(4). https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol3/iss4/10

Published

2026-06-01