Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja sebagai Cookies Fungsional untuk Peningkatan UMKM Kelurahan Sambau
DOI:
https://doi.org/10.37253/se.v4i3.12164Keywords:
Cookies Fungsional, Kulit Pisang, Pemanfaatan Limbah, Pelatihan UMKM, Pangan LokalAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kulit pisang raja (Musa acuminata) menjadi cookies fungsional yang bernilai ekonomi guna mendukung pengembangan UMKM di Kelurahan Sambau, Kota Batam. Program dilaksanakan pada Maret 2026 dengan melibatkan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM sebagai peserta utama. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui edukasi, demonstrasi, dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup kandungan gizi dan senyawa bioaktif kulit pisang, proses pembuatan tepung kulit pisang, teknik produksi cookies, serta pengemasan dan pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai potensi kulit pisang sebagai bahan pangan fungsional yang kaya serat dan antioksidan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan seluruh tahapan pengolahan secara mandiri, mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses pemanggangan cookies. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik sensori yang baik, seperti aroma khas, warna kecokelatan, dan tekstur yang dapat diterima oleh peserta. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan dan pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah. Dengan demikian, pemanfaatan limbah kulit pisang raja sebagai cookies fungsional berpotensi menjadi inovasi pangan yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat serta penerapan konsep sustainable food dan zero waste.
Downloads
References
Apriyani, E.N. et al. (2025) “Pengaruh Formulasi Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L.) Dan Mocaf Pada Mutu Kimia Dan Subjektif Cookies Piscaf Sebagai Produk Pangan Fungsional Antihipertensi,” Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 2(1), pp. 105–125. Available at: https://ejournal.amirulbangunbangsapublishing.com/index.php/jpnmb/article/view/449.
Auryna, T.A.S. et al. (2024) “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai InovasiProduk Minuman Kaya Antioksidan,” Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), p. 43.
Hasibuan, W. Wiboworini, B. Susilawati, T. (2025) “Analysis of Secondary Metabolite Levels and Antioxidant Activity of the Combined Extract of Raja Banana Peel and Pontianak Sweet Orange Peel,” Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 35(2), pp. 589–598. Available at: https://doi.org/10.34011/jmp2k.v35i2.2684.
Hernawati, R. et al. (2026) “Inovasi Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Sebagai Produk Pangan Sehat : Workshop Pemberdayaan Masyarakat Desa Durajaya Cirebon,” pp. 168–182.
Maduma, A. et al. (2022) “Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Dengan Menggunakan Limbah Kulit Pisang,” Jurnal Abdimas Maduma, 1, pp. 23–27. Available at: https://journal.eltaorganization.org/index.php/ecdj.
Mohd Zaini, H. et al. (2022) “Banana peels as a bioactive ingredient and its potential application in the food industry,” Journal of Functional Foods, 92(December 2021), p. 105054. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jff.2022.105054.
Soeliono, I. et al. (2023) “Antioxidant Activity and Tryptophan Content of Banana Peel,” EnvironmentAsia, 16(2), pp. 99–108. Available at: https://doi.org/10.14456/ea.2023.24.
Tionusa, W. and Soeprapto, V.S. (2023) “Pengaruh Substitusi Tepung Sorgum Dan Tepung Kulit Pisang Kepok Sebagai Pengganti Tepung Terigu Dalam Pembuatan Pizza Dough Bagi Penderita Diabetes Dan Terhadap Daya Terima Masyarakat Di Jakarta Barat,” Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 6(2), pp. 479–492. Available at: https://doi.org/10.23887/jmpp.v6i2.64092.
V, B., S, L.K. and S, R.K. (2023) “Antioxidant and Anti-inflammatory Properties of the Two Varieties of Musa acuminata: An In Vitro Study,” Cureus, 15(12). Available at: https://doi.org/10.7759/cureus.51260.








