PERAN PEMBERIAN NUTRISI ENTERAL RUMAHAN PADA PASIEN MALNUTRISI BERAT DENGAN KEGANASAN NASOFARING YANG MENJALANI KEMOTERAPI: LAPORAN KASUS
DOI:
https://doi.org/10.37253/jmts.v1i2.12355Keywords:
kanker nasofaring, malnutrisi, home enteral nutrition, gastrostomi, makanan blenderized, kemoterapiAbstract
Latar Belakang: Kanker nasofaring (KNF) sering berhubungan dengan malnutrisi akibat disfagia, odinofagia, nyeri, dan penurunan asupan makan yang dapat memperburuk prognosis serta kualitas hidup pasien. Pemberian home enteral nutrition (HEN) melalui gastrostomi merupakan salah satu strategi untuk mempertahankan status gizi pada pasien KNF dengan gangguan menelan.
Laporan Kasus: Seorang laki-laki berusia 42 tahun dengan karsinoma sel skuamosa nasofaring perluasan parafaring, malnutrisi berat, dan gastrostomi dirujuk untuk terapi nutrisi sebagai persiapan kemoterapi. Pasien mengalami penurunan berat badan 21 kg (33%) dalam enam bulan, indeks massa tubuh 15,65 kg/m², dan asupan energi hanya 47% dari kebutuhan energi total. Intervensi berupa HEN berbasis makanan blenderized, edukasi keluarga, suplementasi mikronutrien, serta pemantauan berkala dilakukan melalui tiga kali kunjungan. Evaluasi meliputi asupan energi dan protein, berat badan, komposisi tubuh, fat free mass index (FFMI), dan kapasitas fungsional.
Hasil: Pada kunjungan pertama, berat badan pasien 41,1 kg dengan asupan energi 1.020 kkal/hari dan protein 45 g/hari. Setelah intervensi dan pemantauan berkelanjutan, pada kunjungan ketiga berat badan meningkat menjadi 42,1 kg, FFMI meningkat dari 12,97 menjadi 13,59 kg/m², massa otot meningkat dari 14,02 menjadi 14,44 kg, dan kekuatan genggam tangan mengalami perbaikan. Peningkatan asupan energi hingga 2.400 kkal/hari dan protein hingga 105 g/hari berkontribusi terhadap perbaikan status gizi dan kapasitas fungsional pasien.
Kesimpulan: HEN berbasis makanan blenderized yang disertai edukasi, pemantauan berkala, dan dukungan keluarga efektif meningkatkan asupan nutrisi, status gizi, kapasitas fungsional, serta kualitas hidup pasien KNF dengan malnutrisi berat yang menjalani persiapan kemoterapi.