Integrasi Pembelajaran Histologi dan Patologi Anatomi dalam Pendidikan Kedokteran: Tinjauan Sistematis Naratif 2015–2025

Integrasi Pembelajaran Histologi dan Patologi Anatomi dalam Pendidikan Kedokteran: Tinjauan Sistematis Naratif 2015–2025

Authors

  • dr. Aries Maulana, Sp.PA, M.H, AIFO-K Universitas Internasional Batam https://orcid.org/0009-0007-4696-2407
  • dr. Jasa Nita Listiana, Sp.FM Universitas Internasional Batam https://orcid.org/0009-0007-4918-4567
  • dr. Syarifah Putri Ardiani Universitas Internasional Batam
  • dr. Nurhasima Universitas Internasional Batam
  • dr. Chairunnisa Universitas Internasional Batam
  • Ns. Meilyana Ekaputri, S.Kep Universitas Internasional Batam
  • dr. Minarni Universitas Internasional Batam

DOI:

https://doi.org/10.37253/jmts.v1i2.12086

Keywords:

Histologi, Patologi Anatomi, Integrasi, Pendidikan Kedokteran, Digital Pathology

Abstract

Pembelajaran histologi dan patologi anatomi yang diajarkan secara terpisah masih menjadi tantangan utama dalam pendidikan kedokteran karena menimbulkan fragmentasi pemahaman antara struktur normal dan perubahan patologis. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan mahasiswa dalam melakukan korelasi klinik-patologi. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi secara kritis efektivitas pendekatan pembelajaran integratif dalam meningkatkan pemahaman morfologi dan clinical reasoning, serta merumuskan model integrasi konseptual. Metode yang digunakan adalah systematic narrative review terhadap publikasi tahun 2015–2025 dari database Scopus dan Web of Science. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan seperti case-based learning, problem-based learning, team-based learning, serta pemanfaatan virtual microscopy dan digital pathology secara konsisten meningkatkan pemahaman konsep, retensi jangka panjang, dan kemampuan analisis klinis dibandingkan metode konvensional. Namun, efektivitasnya bergantung pada integrasi eksplisit antara struktur normal, perubahan patologis, dan konteks klinis. Tantangan utama meliputi kesiapan dosen, keterbatasan infrastruktur digital, dan kompleksitas kurikulum. Tinjauan ini mengusulkan model morphological continuum sebagai kerangka integratif yang menekankan transisi dari struktur normal menuju diagnosis klinis. Integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan dan adaptive learning berpotensi memperkuat proses ini.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles