Stres Genotoksik dan Jalur Perbaikan DNA pada Penyakit Metabolik Tinjauan Molekuler dan Implikasi Klinis
DOI:
https://doi.org/10.37253/jmts.v1i1.11803Keywords:
Stress genotoksik, Perbaikan DNA, Penyakit Metabolik, Stres Oksidatif, BiomarkerAbstract
Penyakit metabolik, seperti diabetes mellitus, obesitas, dislipidemia, hipertensi, dan sindrom metabolik, merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan berkontribusi terhadap stres genotoksik. Kondisi metabolik kronis ini memicu hiperglikemia, lipotoksisitas, inflamasi sistemik, dan stres oksidatif yang meningkatkan produksi reactive oxygen species (ROS), sehingga menyebabkan kerusakan DNA seperti SSBs, DSBs, dan modifikasi basa oksidatif. Kerusakan DNA yang persisten berpotensi memicu instabilitas genom, apoptosis, senesens seluler, serta disfungsi organ pada jaringan metabolik. Jalur perbaikan DNA (BER, NER, MMR, NHEJ, HR) berperan penting dalam mempertahankan integritas genom, namun dapat mengalami penurunan efektivitas pada kondisi metabolik kronis. Biomarker seperti γ-H2AX dan 8-oxo-dG mulai digunakan untuk menilai tingkat kerusakan DNA dan memprediksi komplikasi. Intervensi terapeutik yang menargetkan stres oksidatif, inflamasi, dan peningkatan efisiensi DNA repair menunjukkan potensi, meskipun bukti klinis masih terbatas. Pemahaman mendalam mengenai hubungan stres genotoksik dan jalur perbaikan DNA sangat penting untuk pengembangan strategi diagnostik, prognostik, dan terapeutik pada penyakit metabolik.