Evaluasi Kepatuhan terhadap Penerapan Sepsis Bundle pada Kasus Sepsis Pediatri di Ruang Resusitasi Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya: Tinjauan Literatur

Authors

  • Johannes Panondang Gultom Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery, School of Medicine, Universitas Internasional Batam, Batam City, Riau Islands, Indonesia
  • Willy Wirawan Guslianto Department of Clinical Microbiology, School of Medicine, Universitas Internasional Batam, Batam City, Riau Islands, Indonesia
  • Eva Miranda Fitri Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery, School of Medicine, Universitas Internasional Batam, Batam City, Riau Islands, Indonesia
  • Azizul Berlyansah Department of Biology, Faculty of Healt and Science, Universitas Internasional Batam, Batam City, Riau Islands, Indonesia
  • Petrus Gandi Purwosatrio School of Medicine, Universitas Internasional Batam, Batam City, Riau Islands, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37253/jmts.v1i1.11686

Keywords:

sepsis pediatri, kepatuhan, sepsis bundle, ruang resusitasi, RS Dr. Soetomo

Abstract

Sepsis pediatri merupakan salah satu penyebab utama mortalitas di ruang resusitasi, terutama di rumah sakit rujukan tersier seperti Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Penanganan cepat dan tepat sesuai panduan Surviving Sepsis Campaign (SSC) dan American College of Critical Care Medicine–Pediatric Advanced Life Support (ACCM–PALS) menjadi faktor penting dalam menurunkan angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan tenaga medis terhadap penerapan sepsis bundle pada pasien anak serta menganalisis faktor-faktor penghambat pelaksanaannya. Tinjauan literatur ini menganalisis kepatuhan terhadap penerapan sepsis bundle pada penanganan sepsis pediatri berdasarkan panduan internasional terkini. Studi-studi menunjukkan tingkat kepatuhan terhadap resuscitation bundle masih rendah, terutama dalam pemberian cairan dan antibiotik awal yang sering terlambat. Terdapat hubungan bermakna antara peningkatan kepatuhan dengan penurunan mortalitas pasien dalam berbagai penelitian observasional. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterlambatan pengenalan sepsis, keterbatasan fasilitas laboratorium, dan koordinasi multidisiplin yang belum optimal. Oleh karena itu, peningkatan pelatihan, komunikasi antarprofesi, dan optimalisasi sarana resusitasi diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap sepsis bundle serta menurunkan angka kematian akibat sepsis pediatri.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-12-20