Hubungan Kadar Fosfat Serum dengan Fungsi Sistolik dan Penebalan Ventrikel Kiri pada Anak dengan Penyakit Ginjal Kronik Tahap Akhir: Tinjauan Literatur
DOI:
https://doi.org/10.37253/jmts.v1i1.11516Keywords:
penyakit ginjal kronik, anak, fosfat, hipertrofi ventrikel kiri, FGF-23Abstract
Penyakit ginjal kronik (PGK) pada anak merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama akibat komplikasi kardiovaskular seperti hipertrofi ventrikel kiri (LVH). Hiperfosfatemia yang sering terjadi pada pasien PGK tahap akhir (PGTA) memiliki peran penting dalam proses kalsifikasi vaskular, disfungsi endotel, dan perubahan struktur miokard yang berujung pada gangguan fungsi jantung. Kajian literatur ini bertujuan untuk menilai hubungan antara kadar fosfat darah dengan fungsi sistolik dan penebalan ventrikel kiri pada anak dengan PGK tahap akhir. Kajian dilakukan berdasarkan analisis literatur dan data klinis mengenai hubungan kadar fosfat dengan perubahan kardiovaskular pada pasien anak PGTA. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kadar fosfat serum berhubungan erat dengan peningkatan massa ventrikel kiri serta penurunan fungsi sistolik. Peningkatan kadar hormon fibroblast growth factor-23 (FGF-23) dan penurunan ekspresi α-Klotho turut memperparah hipertrofi miokard melalui aktivasi jalur kalsineurin–NFAT dan sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS). Selain itu, hiperfosfatemia memicu kalsifikasi pada dinding vaskular, peningkatan kekakuan arteri, dan tekanan darah tinggi, yang secara sinergis memperburuk performa jantung pada pasien anak dengan PGK. Dengan demikian, kadar fosfat darah yang tinggi terbukti memiliki hubungan signifikan dengan gangguan fungsi sistolik dan hipertrofi ventrikel kiri. Pengendalian kadar fosfat melalui pengaturan diet, terapi pengikat fosfat, serta manajemen metabolisme mineral merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi kardiovaskular dan meningkatkan kualitas hidup pasien anak dengan PGK tahap akhir