DAMPAK URBANISASI TERHADAP ARSITEKTUR PERMUKIMAN PESISIR

STUDI KASUS KAMPUNG TUA TANJUNG UMA, BATAM

Authors

  • Lathifa Nursyamsu Universitas Internasional Batam https://orcid.org/0009-0008-4134-0913
  • Julfa Sindy Savana Universitas Internasional Batam
  • Anggi Dwi Purwanti Universitas Internasional Batam
  • Arnita Fetiyani Sangadji Laada Universitas Internasional Batam
  • Fransiskus Bryan Slash Universitas Internasional Batam
  • Gladies Imanda Utami Rangkuty Universitas Internasional Batam

Keywords:

Kampung Tua, permukiman pesisir, urbanisasi, identitas lokal

Abstract

Kampung Tua Tanjung Uma di Batam merupakan kawasan bersejarah yang mencerminkan kehidupan tradisional masyarakat pesisir yang menjadi representasi arsitektur lokal. Namun, urbanisasi yang pesat telah membawa perubahan signifikan pada visual dan struktur fisik permukiman di kawasan ini. Pergeseran dari rumah panggung tradisional berbahan kayu menuju bangunan permanen dengan material modern seperti beton dan kaca tidak hanya mengubah karakter visual kampung, tetapi juga mengancam identitas arsitektur pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh urbanisasi terhadap visual dan struktur fisik bangunan di Kampung Tua Tanjung Uma serta menilai dampaknya terhadap identitas lokal dan keberlanjutan lingkungan kawasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi untuk memperoleh pemahaman mengenai perubahan fisik bangunan serta persepsi masyarakat terhadap modernisasi kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tradisional mengalami transformasi visual melalui penggunaan material modern, perubahan bentuk fasad, dan berkurangnya elemen arsitektur lokal seperti kolong rumah, ventilasi alami, dan struktur panggung. Urbanisasi juga menyebabkan terjadinya homogenisasi visual yang mengurangi karakter khas permukiman pesisir. Selain itu, akumulasi sampah domestik dan penurunan vegetasi mangrove memperburuk kondisi lingkungan kawasan. Kesimpulannya, urbanisasi di Kampung Tua Tanjung Uma membawa dampak signifikan terhadap aspek fisik, visual, sosial-budaya, dan keberlanjutan lingkungan kawasan pesisir. Oleh karena itu, diperlukan strategi pelestarian arsitektur lokal, pengelolaan lingkungan yang lebih baik, dan kebijakan pembangunan berkelanjutan agar tercipta keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian identitas budaya pesisir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adisasmita, R. (2021). Buku “Perencanaan Wilayah Pesisir dan Laut”

Afillah, N. (2025). Analisis Perubahan Sosial Budaya di Masyarakat Pesisir: Faktor-Faktor Modernisasi dan Urbanisasi. PASIR: Jurnal Pusat Studi Islam Pesisir, 1(1), 8-20.

Argarani, D., Afriati, D., Sari, M. I., & Setyanto, A. R. (2025). DAMPAK AKTIVITAS INDUSTRI TERHADAP PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DAN URBANISASI DI WILAYAH PESISIR. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(11).

Burke, L., Kura, Y., Kassem, K., Revenga, C., Spalding, M., McAllister, D., & Caddy, J. (2001). Coastal ecosystems (p. 77). Washington, DC: World Resources Institute.

Conzen, M. R. (2004). Thinking about urban form: papers on urban morphology, 1932-1998. Peter Lang.

Dahuri, R. (2001). Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. (No Title).

Heathcott, J. (2013). The Promenade Plantée: Politics, planning, and urban design in postindustrial Paris. Journal of Planning Education and Research, 33(3), 280-291.

Istiqa, S., Putra, R., & Sidabutar, Y. F. (2023). Pengembangan Kearifan Lokal Dan Infrastruktur Untuk Meningkatkan Kualitas Wisata Kampung Tua Batu Besar Kota Batam. Jurnal Potensi, 3(2).

Masiga, N. I. D., Saleh, W. A., Hambali, V. A. L., Botutihe, A. H., & Syukri, M. R. (2023). Analisis karakteristik permukiman di wilayah pesisir. Jambura Journal of Urban and Regional Planning, 1(2), 24-31.

Nursyamsu, L., Gunawan, G. N. A., Pinassang, J. L., Khairi, M. Z., Artanti, N. K., Caroline, J., & Oliver, A. J. (2023). Analisis Kepuasan Pengunjung Terhadap Kualitas Infrastruktur Wisata Pantai Kampung Tua Nongsa. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 4(2), 179-185.

Pemerintah Kota Batam. (n.d.). Sejarah Batam. https://jdih.batam.go.id/web/sejarah-batam/

Pemerintah Kota Batam. (2004). Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2004 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam Tahun 2004-2014. https://peraturan.bpk.go.id/Details/172686/perda-kota-batam-no-2-tahun-2004

Pinassang, J. L., Silaban, Y. C., Cung, R., & Susanto, S. (2021). Analisis Lingkungan Wilayah Kampung Tua Tanjung Uma. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 2(2), 183-186.

Pusat Bahasa. (n.d.). Pesisir. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pesisir

Rapoport, R., & Rapoport, R. N. (1969). The dual career family: A variant pattern and social change. Human relations, 22(1), 3-30.

Santri, T. (2018). Analisis Karakteristik Visual Arsitektur Pemukiman Nelayan. Jurnal Tiarsie, 15(2), 55-60.

Silaban, Y. C., & Christina, E. (2021, April). Analisis Sanitasi, Daya Tahan Struktur, dan Sirkulasi Antar Bangunan Permukiman Kumuh Kampung Tua Tanjung Uma terhadap Lingkungan. In CoMBInES-Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences (Vol. 1, No. 1, pp. 1815-1822).

Suwarlan, S. A., Nursyamsu, L., David, K., Rinoa, L., Aldinata, M., & Helmi, S. B. (2024). TRANSFORMASI MORFOLOGI PERMUKIMAN PESISIR: PERTUMBUHAN DAN DINAMIKA SPASIAL KAMPUNG TUA TANJUNG RIAU, KEPULAUAN RIAU. Jurnal Arsitektur ARCADE: Vol, 8(4).

Teo, S. J., & Nursyamsu, L. (2026). Morphological Analysis Of Coastal Settlements In Tanjung Piayu Tua Village, Batam City. International Journal of Architecture and Urbanism, 10(1), 26-36.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles