Semangat Berbagi dan Menginspirasi di Panti Asuhan Vistos Kasih Ikhlas
DOI:
https://doi.org/10.37253/nacospro.v7i01.11195Keywords:
pengabdian masyarakat, panti asuhan, literasi anak, bullying, mahasiswa, kegiatan edukatifAbstract
Kegiatan sosial di lingkungan panti asuhan memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak yang berada dalam kondisi pengasuhan alternatif. Anak-anak yang hidup dalam lingkungan panti kerap menghadapi keterbatasan dalam akses terhadap kegiatan edukatif non-formal, literasi yang memadai, dan interaksi sosial yang membangun. Dalam rangka memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh dan bermakna, mahasiswa Universitas Internasional Batam melaksanakan kegiatan kunjungan dan bakti sosial di Panti Asuhan Vistos Kasih Ikhlas, Batam, dengan pendekatan edukatif, komunikatif, dan interaktif. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kontribusi dalam penguatan karakter, peningkatan minat baca, dan pemahaman nilai sosial kepada anak-anak panti melalui kegiatan sederhana yang disusun secara terstruktur. Program kegiatan mencakup tiga segmen utama, yaitu penyampaian materi edukatif mengenai bullying, pelaksanaan permainan edukatif (edugame), dan sesi membaca buku bersama. Ketiga bentuk kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan suasana yang nyaman, inklusif, dan menyenangkan, serta mendorong partisipasi aktif dari anak-anak sebagai subjek pembelajaran. Materi tentang bullying disampaikan secara ringan dan disesuaikan dengan usia peserta, dengan tujuan agar anak-anak memahami pentingnya menghargai sesama dan mampu mengenali tindakan-tindakan yang dapat melukai orang lain. Permainan edukatif dilaksanakan untuk merangsang kemampuan berpikir cepat, kerja sama, dan interaksi positif dalam kelompok. Sedangkan kegiatan membaca bersama difokuskan pada peningkatan minat baca, pemahaman isi cerita, serta membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan anak-anak melalui diskusi ringan. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan membangun. Anak-anak terlihat aktif, antusias, dan menunjukkan rasa percaya diri dalam mengikuti setiap sesi kegiatan. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam hal keterampilan komunikasi, adaptasi sosial, dan peningkatan empati. Kegiatan ini juga memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kehadiran dan kontribusi langsung terhadap komunitas yang membutuhkan perhatian lebih. Dengan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang adaptif, kegiatan sosial ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi program berkelanjutan yang dapat diimplementasikan di berbagai lembaga sosial lainnya. Pendekatan sederhana namun berdampak seperti ini mampu menciptakan ruang pembelajaran dua arah yang saling memperkaya, baik bagi anak-anak sebagai peserta maupun mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan.




