Meningkatkan Minat Baca Anak melalui Penguatan Pojok Literasi di Panti Asuhan Sharon Ministry
DOI:
https://doi.org/10.37253/nacospro.v7i01.11181Keywords:
panti asuhan, pojok literasi, pengabdian kepada masyarakat, minat baca, keterampilan komunikasiAbstract
Anak-anak panti asuhan selalu menghadapi masalah yang terbatas dalam akses sumber daya literasi sehingga berdampak langsung terhadap penurunan minat baca dan keterampilan dalam berkomunikasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) telah dilaksanakan di Panti Asuhan Sharon Ministry, Batam, dengan tujuan untuk meningkatkan budaya literasi melalui penyediaan sarana pojok literasi dan latihan membaca yang interaktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi akhir. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator aktif dan mendampingi anak-anak panti asuhan saat kegiatan membaca, berdiskusi, dan latihan menceritakan kembali isi bacaan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme anak-anak terhadap kegiatan membaca dan keberanian dalam menyampaikan pendapat secara lisan. Selain itu, sarana pojok literasi yang diberikan dapat mendorong kebiasaan membaca secara mandiri. Kegiatan ini dinyatakan efektif karena telah menggabungkan unsur edukatif dan hiburan, serta mampu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan anak-anak panti asuhan. Kendala utama yang dihadapi ialah keterbatasan waktu pelaksanaan dan jumlah koleksi buku yang perlu ditambah. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah pentingnya kolaborasi antara komunitas literasi dan institusi pendidikan untuk memastikan keberlanjutan dari program literasi bersama dan memperluas dampak terhadap masyarakat. Pojok literasi serupa juga sangat berpotensi untuk direplikasi di panti asuhan lainnya dengan penyesuaian konteks lokal.




