Kolaborasi Pendidikan dan Kreativitas dalam Mewujudkan Masa Depan Cerah bagi Anak Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan

Authors

  • Jesslyn Tan Universitas Internasional Batam
  • Aditiya Yoswa Wiyoto Universitas Internasional Batam
  • Bryan Bryan Universitas Internasional Batam
  • Bryan Bosco Ng Universitas Internasional Batam
  • Insam Syofieanti Universitas Internasional Batam
  • Kelvin Elia Barus Universitas Internasional Batam
  • Kimi Kimi Universitas Internasional Batam
  • Nadine Aulia Utami Universitas Internasional Batam
  • Nur Saskia Universitas Internasional Batam
  • Putri Dina Malaysari Universitas Internasional Batam
  • Rangga Muhamad Pratama Universitas Internasional Batam
  • Siti Aida Turmanda Universitas Internasional Batam
  • Susi Susanti Universitas Internasional Batam
  • Valencia Callista Universitas Internasional Batam
  • Vienny Budiputri Universitas Internasional Batam
  • Xlhynz Xlhynz Universitas Internasional Batam
  • Yosua Yosua Universitas Internasional Batam

DOI:

https://doi.org/10.37253/nacospro.v7i01.11178

Keywords:

Pendidikan Kreatif, Anak Panti Asuhan, Pengabdian Masyarakat, Pembelajaran Interaktif, Empati Sosial

Abstract

Pendidikan adalah hak fundamental setiap anak dan seharusnya dijamin tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, maupun status kehidupan. Anak-anak di panti asuhan merupakan kelompok yang rentan terhadap keterbatasan akses pendidikan yang layak. Mereka tidak hanya kekurangan fasilitas belajar dan pendampingan akademik, tetapi juga pengembangan emosional, karakter, dan sosial, akibat minimnya peran orang tua yang digantikan oleh pengurus panti dalam jumlah terbatas. Menanggapi hal ini, kelompok Bobobox 2 dari Universitas Internasional Batam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan sebagai bentuk kepedulian nyata. Kegiatan ini menghadirkan pendidikan nonformal yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan melalui permainan edukatif, diskusi, dan simulasi hidup sehat. Tujuannya adalah menumbuhkan semangat belajar, kepercayaan diri, dan keterampilan sosial anak-anak. Hasilnya menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi aktif anak-anak selama kegiatan berlangsung. Mereka menjadi lebih percaya diri, berani menyampaikan ide, dan aktif dalam berbagai permainan edukatif. Sementara itu, bagi para mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran empati dan kolaborasi sosial yang memperkuat nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga pada pendekatan, proses, dan nilai-nilai yang membentuk manusia seutuhnya. Metode pembelajaran kreatif dan berbasis empati sangat penting diterapkan, terutama bagi anak-anak dalam situasi sosial yang menantang seperti di panti asuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-10-01