Membangun Lingkungan Tanpa Kekerasan: Sosialisasi dan Edukasi Gerakan Anti-Bullying di SMP Harapan Utama

Authors

  • Andina Fasha Universitas Internasional Batam
  • Vincent Vincent Universitas Internasional Batam
  • Yasmine Raisa Sari Universitas Internasional Batam
  • Dimas Naufal Pratama Universitas Internasional Batam
  • Vinka Aftinala Universitas Internasional Batam
  • Neza Aulia Universitas Internasional Batam
  • Siska Amelia Karo Sekali Universitas Internasional Batam
  • Bun Hai Yong Universitas Internasional Batam
  • Cahaya Nababan Universitas Internasional Batam
  • Cindy Okta Br. Nababan Universitas Internasional Batam
  • Julyanda Firmansyah Universitas Internasional Batam
  • Naomi Aghita Kie Universitas Internasional Batam
  • Rasya Zidan Putra Yuandy Soeseno Universitas Internasional Batam
  • Alvito Syachila Universitas Internasional Batam
  • Sean Dennis Universitas Internasional Batam
  • Gilang Giovani Universitas Internasional Batam
  • Fenaldo Fenaldo Universitas Internasional Batam

DOI:

https://doi.org/10.37253/nacospro.v7i01.11167

Keywords:

Sosialisasi, Edukasi, bullying, Komunitas sekolah, kekerasan

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah merupakan isu yang semakin mengkhawatirkan karena berdampak langsung pada kesehatan mental, prestasi belajar, dan perkembangan sosial siswa. Artikel ini membahas strategi pencegahan dan penanggulangan bullying melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi anti-bullying di SMP Harapan Utama. Program ini dirancang secara partisipatif dan melibatkan seluruh elemen komunitas sekolah, termasuk siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua. Melalui penyfuluhan, diskusi interaktif, dan kampanye kesadaran, program ini bertujuan menanamkan nilai empati, toleransi, dan rasa saling menghargai di antara warga sekolah. Kegiatan utama dilakukan di kelas 7C dengan 26 siswa sebagai peserta aktif. Mereka diajak untuk memahami bentuk-bentuk bullying, dampaknya, serta cara mencegah dan menanggulanginya. Selain itu, pendekatan ini membuka ruang dialog yang aman dan konstruktif antara siswa dan pendidik. Peran guru sebagai fasilitator sangat penting untuk menumbuhkan budaya sekolah yang mendukung dan inklusif. Data dari KPAI menunjukkan bahwa kasus bullying di Indonesia terus meningkat, sehingga intervensi dini dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Artikel ini menegaskan bahwa pencegahan bullying tidak cukup hanya melalui aturan formal, tetapi perlu diperkuat dengan pendidikan karakter yang konsisten dan kolaboratif. SMP Harapan Utama menegaskan komitmennya untuk menjadi sekolah bebas kekerasan melalui langkah nyata dan berkesinambungan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang siswa secara utuh.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-10-01