Menanamkan Nilai Integritas Sejak Dini: Kegiatan Sosial dan Edukasi Mahasiswa UIB di Panti Asuhan Betesda
DOI:
https://doi.org/10.37253/nacospro.v7i01.11124Keywords:
Integritas, anti-korupsi, pendidikan karakter, pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa, panti asuhan, nilai moral, literasi anak, Tri Dharma Perguruan Tinggi, empati sosialAbstract
Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berperan penting dalam pembentukan karakter mahasiswa dan kontribusi nyata terhadap masyarakat luas. Dalam rangka merealisasikan komitmen tersebut, mahasiswa Universitas Internasional Batam (UIB) dari kelompok Ajaib 2 melaksanakan kegiatan sosial dan edukatif di Panti Asuhan Betesda, Kota Batam. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap rendahnya pemahaman anak-anak panti terhadap nilai-nilai integritas, kejujuran, dan bahaya korupsi yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan mereka dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kegiatan dirancang untuk menanamkan nilai integritas sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan relevan dengan keseharian anak-anak. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi edukasi bertema anti-korupsi dengan menggunakan media visual seperti video animasi dan poster, permainan kuis untuk menguji pemahaman anak-anak, serta diskusi kelompok yang melibatkan partisipasi aktif mereka. Selain itu, kegiatan berbagi sembako dan alat tulis dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial, diikuti dengan permainan kelompok untuk menumbuhkan nilai-nilai kerja sama, solidaritas, dan kepercayaan. Mahasiswa juga menciptakan “pojok literasi” di area panti dengan menyumbangkan buku-buku bacaan yang sesuai usia, dengan tujuan mendorong budaya literasi dan pembelajaran mandiri di kalangan anak-anak panti. Hasil pelaksanaan menunjukkan respons yang sangat positif dari anak-anak maupun pengurus panti. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi, memahami konsep dasar integritas seperti kejujuran, tanggung jawab, dan pentingnya menjauhi perilaku curang atau manipulatif. Sementara itu, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung yang memperkaya wawasan sosial mereka, meningkatkan empati, kemampuan berkomunikasi, dan kesadaran akan pentingnya peran mereka sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Evaluasi akhir kegiatan mengindikasikan bahwa metode interaktif yang digunakan efektif dalam membangun kesadaran nilai integritas pada anak-anak. Untuk keberlanjutan dampak kegiatan ini, disarankan adanya program lanjutan yang lebih terstruktur, cakupan peserta yang diperluas, serta kolaborasi dengan pihak-pihak terkait guna memperdalam materi dan memperluas jangkauan sosial dari kegiatan serupa di masa mendatang.




