Pemberdayaan Perempuan Pesisir melalui Edukasi Mangrove dan Herbarium di Bakau Serip
DOI:
https://doi.org/10.37253/madani.v5i1.12547Keywords:
Citizen Science, Ekowisata Berkelanjutan, Interpretasi Lingkungan, Literasi Lingkungan, Wisata EdukasiAbstract
Kawasan pesisir Bakau Serip, Nongsa, Kota Batam memiliki ekosistem mangrove bernilai ekologis tinggi, namun pengelolaannya belum terintegrasi dengan penguatan ekonomi lokal dan peran perempuan pesisir masih terbatas pada aktivitas domestik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan dan kapasitas perempuan pesisir dalam pengelolaan wisata edukasi mangrove melalui gerakan hijau berbasis herbarium dan media edukasi visual. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis komunitas yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna berupa herbarium mangrove, media edukasi visual, dan dokumentasi digital iNaturalist, pendampingan, serta evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 bersama Kelompok Usaha Bersama Pandang Tak Jemu dengan sepuluh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 73% menjadi 93%, tersusunnya satu set herbarium 12 spesies mangrove, tersedianya poster dan papan informasi sebagai media interpretasi wisata, serta terbentuknya kelompok perempuan pengelola wisata edukasi beserta satu rancangan paket wisata berbasis konservasi. Mitra juga mampu melanjutkan pendataan digital secara mandiri setelah pendampingan berakhir. Integrasi antara dokumentasi keanekaragaman mangrove, pemberdayaan perempuan, dan pengemasan wisata edukasi terbukti memperkuat keberlanjutan ekowisata mangrove berbasis komunitas sekaligus membuka sumber pendapatan alternatif bagi kelompok pengelola.




.png)


