Implementasi Program Remaja Anti Anemia dan Cantik (Remantik) Melalui Edukasi Pencegahan Anemia
DOI:
https://doi.org/10.37253/madani.v4i4.12503Keywords:
Remaja Putri, Anemia, Tablet Tambah Darah, Edukasi Kesehatan, PosyanduAbstract
Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang perlu dicegah sejak dini karena dapat memengaruhi kondisi fisik, konsentrasi belajar, produktivitas, dan kesiapan kesehatan reproduksi. Program REMANTIK (Remaja Anti Anemia dan Cantik) dikembangkan sebagai kegiatan promotif dan preventif yang mengintegrasikan edukasi kesehatan, permainan edukatif, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), serta gerakan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Permata Hati 2, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam, dengan melibatkan 10 remaja putri yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pelaksanaan meliputi registrasi, pre-test, penyuluhan menggunakan booklet interaktif, permainan edukatif, post-test, pemeriksaan Hb, dan pemberian TTD disertai edukasi mengenai cara konsumsi yang benar. Pre-test dan post-test menggunakan 10 pertanyaan untuk menilai pengetahuan mengenai anemia, tanda dan gejala, dampak, pencegahan, manfaat TTD, dan cara konsumsi TTD. Pemeriksaan Hb dilakukan menggunakan alat digital sesuai prosedur pemeriksaan yang digunakan oleh petugas kesehatan. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 8,8 menjadi 9,4; sebanyak 90% peserta memperoleh skor 9–10 setelah edukasi. Pemeriksaan Hb menunjukkan 8 peserta (80%) memiliki kadar Hb normal dan 2 peserta (20%) mengalami anemia, yaitu satu anemia ringan dengan Hb 11,4 g/dL dan satu anemia sedang dengan Hb 8,5 g/dL. Peserta dengan anemia memperoleh konseling dan tindak lanjut dari bidan. Kegiatan REMANTIK menunjukkan bahwa integrasi edukasi, skrining Hb, dan gerakan minum TTD dapat digunakan sebagai pendekatan promotif-preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan mendukung deteksi dini anemia pada remaja putri.




.png)


