ANALISIS KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN SEMARANG CONTEMPORARY ART GALLERY DENGAN PENGHAWAAN BUATAN AIR CONDITIONER

Authors

  • Alphina Meliala Universitas Diponegoro
  • Kharizma Aulia Syarifiyah Universitas Diponegoro
  • Adena Putri Br Surbakti Universitas Diponegoro
  • Vika Andriyan Widyana Universitas Diponegoro
  • Gymnastiar Ralfiq El Gihart Universitas Diponegoro
  • Tantya Galuh Puspa Hendika Universitas Diponegoro
  • Rizki Itra Maulana Universitas Diponegoro
  • Bangun I. R. Harsritanto Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.37253/jad.v6i2.7777

Keywords:

Semarang Contemporary Art Gallery, Thermal Comfort, Artificial Ventilation, Air Conditioner

Abstract

Art Gallery merupakan suatu ruangan yang menyajikan berbagai karya seni yang ditampilkan kepada publik. Aktivitas yang dilakukan memerlukan ruangan yang memenuhi standar kenyamanan termal agar pengguna dapat beraktivitas dengan nyaman. Oleh karena itu, analisis ini memiliki tujuan untuk memahami dan mengetahui bagaimana tingkat kenyamanan termal yang ideal sesuai dengan standar suhu dan kelembaban bangunan. Adapun, analisis ini akan diterapkan pada bangunan Semarang Contemporary Art Gallery dengan menggunakan penghawaan buatan yaitu AC atau Air Conditioner. Metode penelitian yang digunakan pada analisis ini yaitu metode penelitian kuantitatif dari data hasil survei lapangan pendekatan deskriptif - komparatif yang akan dibandingkan dengan standar kenyamanan menurut SNI dan Standar PERMEN. Dari hasil data survei tersebut diperoleh suhu bangunan lantai 1 yaitu berkisar 31,4°C - 32,0°C dan lantai 2 berkisar 32,0°C - 32,8°C yang tidak sesuai dengan standar SNI 03-6572-2001 suhu bangunan hangat nyaman ambang atas yang berkisar 25,8°C - 27,1°C. Sedangkan, kelembaban lantai 1 yaitu 65% dan lantai 2 yaitu 63,2% tidak sesuai dengan standar SNI 03-6572-2001 karena kelembaban bangunan hangat nyaman ambang atas yaitu 60%. Kesimpulan dari hasil perhitungan BTU AC pada bangunan tersebut yaitu membutuhkan AC ½ PK 5 buah dan AC 1 ½ PK 4 buah yang dapat menurunkan suhu ruangan hingga 22°C - 25°C dengan kelembaban berkisar 45% - 64%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananda, F. (2017). Aspek Kenyamanan Termal Ruang Belajar Gedung Sekolah Menengah Umum Di Wilayah Kec.Mandau. 7(2).

Christanti Silaban, Y., Ayuning Suwarlan, S., & Agustian, Victor. (2022). Pentingnya Inverter System Air Conditioner Pada Penghawaan Ruangan Showroom Kota Batam (Vol. 03, Issue 01). Http://Journal.Uib.Ac.Id/Index.Php/Jad

Hakim, L., Gunawan, A., Sulistiyantara, B., & Sulistyantara, B. (2015). Efektifitas Void Pada Pengudaraan Silang Untuk Kenyamanan Di Dalam Ruang.

Ilham, O. :, Pradiptha, A., Pandelaki, E. E., & Purwanto, E. (2014). Pusat Seni Fotografi Di Semarang.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2008). 9. Kep-Men-Kes-No.261-Thn-1998-Ttg-Kesehatan-Lingkungan-Kerja.

Munawaroh, A. S., & Elbes, R. (2019). Penilaian Kenyamanan Termal Pada Bangunan Perpustakaan Universitas Bandar Lampung. Arteks : Jurnal Teknik Arsitektur, 4(1), 85–98. Https://Doi.Org/10.30822/Arteks.V4i1.83

Prodi Teknik Lingkungan Ftsp Uii, K. (2020). Evaluasi Kenyamanan Termal Di Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Yogyakarta Diajukan Kepada Universitas Islam Indonesia Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Derajat Sarjana (S1) Teknik Lingkungan

Muhammad Alief Lutfi 14513122 Disetujui, Dosen Pembimbing.

Septanto, D., Sudarwani, M. M., Yulitriani, E., Pandanaran, U., Banjarsari, J., & No, B. (2023). Galeri Seni Semarang (Semarang Art Gallery) Dengan Pendekatan Arsitektur Modern. Https://Journal.Inten.Ac.Id/Index.Php/Archicentre/Article/View/123

SNI. 1993. ‘Daerah Kenyamanan Termal Pada Bangunan Indonesia’. Jakarta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sujannah, H., Munir, A., Sawab, H., Arsitektur, M. J., & Perencanaan, D. (2019). Evaluasi Kenyamanan Termal Hana Cafe Darussalam, Banda Aceh. 3(2), 17–22.

Downloads

Published

2025-12-08

Issue

Section

Articles