Kajian Konsep Dekonstruksi pada Bangunan Fasilitas Publik

Main Article Content

Galih Prakasa Ashadi Ashadi

Abstract

Perkembangan Arsitektur yang begitu dinamis, melahirkan aliran-aliran Arsitektur dari masa ke masa. Mulai dari Arsitektur Klasik hingga Arsitektur Postmodern. Dari sekian banyak aliran Arsitektur yang ada, Arsitektur Dekonstruktivis menjadi aliran yang paling kontroversial, dimana terdapat pro dan kontra. Namun keberadaan Arsitektur Dekonstruktivis menjadi fenomenal, mengingat karya-karya yang terbangun sering menjadi ikon atau landmark suatu tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi prinsip-prinsip Arsitektur Dekonstruktivis dan Bagaimana penerapannya pada Bangunan Fasilitas Publik yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengamati fenomena secara lebih rinci tentang suatu keadaan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa yang menjadi prinsip-prinsip Arsitektur Dekonstruktivis adalah instability, disorder, impure, disharmony, fragmentation, conflict, fluid, metaphor, distortion, in context, contrast. Dari sebelas prinsip tersebut hanya tujuh yang terdapat pada bangunan studi kasus.

Article Details

How to Cite
PRAKASA, Galih; ASHADI, Ashadi. Kajian Konsep Dekonstruksi pada Bangunan Fasilitas Publik. Journal of Architectural Design and Development, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 50-62, june 2020. ISSN 2745-8784. Available at: <https://journal.uib.ac.id/index.php/jad/article/view/719>. Date accessed: 28 jan. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.37253/jad.v1i1.719.
Section
Articles