PENGARUH KONEKTIVITAS RUANG TERHADAP TINGKAT WALKABILITY DI KAWASAN PENDIDIKAN

Authors

  • Aurel Maylana Azhar Universitas Kristen Indonesia
  • Ramos P. Pasaribu Universitas Kristen Indonesia
  • Sri Pare Eni Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37253/jad.v7i1.12146

Keywords:

walkability, konektivitas ruang, konektivitas waktu, kawasan pendidikan, transportasi berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini memancarkan tingkat walkability di koridor Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, sebagai akses utama menuju UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Studi ini secara khusus menganalisis integrasi antara Konektivitas Ruang (aspek fisik-spasial) dan Konektivitas Waktu (aspek efisiensi-temporal) terhadap kualitas lingkungan pejalan kaki. Menggunakan metode campuran (mixed-methods), data dikumpulkan melalui observasi lapangan, time-motion study, serta kuesioner kepada 80 responden. Hasil penelitian menunjukkan Konektivitas Ruang berada pada kategori baik (74,45%) dengan kejelasan simpul (keterbacaan) sebagai kekuatan utama, meskipun kontinuitas jalur terhambat oleh okupansi PKL dan parkir liar. Konektivitas Waktu secara perseptual dinilai baik (73,05%), namun secara objektif ditemukan inefisiensi dengan kecepatan jalan (0,80–1,15 m/detik) di bawah standar akibat delay pada jam sibuk. Analisis regresi linier berganda membuktikan kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap walkability dengan kontribusi 80,5%. Secara parsial, Konektivitas Ruang (koefisien 0,549) lebih dominan dibandingkan Konektivitas Waktu (koefisien 0,087), menunjukkan pengguna lebih mengutamakan kualitas fisik dan keamanan dibandingkan efisiensi waktu. Hambatan utama meliputi lemahnya regulasi dan letak JPO yang tidak strategis. Rekomendasi mencakup rekonstruksi lebar efektif jalur minimal 2 meter dan relokasi fasilitas penyeberangan ke simpul aktivitas utama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azhar, M., Siahaan, U., & Sudarwani, M. M. (2025). Efektivitas Jembatan Penyeberangan Orang ( Jpo ) Dalam Mendukung Mobilitas Pejalan Kaki ( Studi Kasus JPO Siger Milenial Kota Bandar Lampung ). 06(02), 125–138. https://doi.org/10.37253/jad.v6i2.10484

Banister, D. (2008). The Sustainable Mobility Paradigm. Transport Policy, 15(2), 73-80.

Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Australian and New Zealand Journal of Public Health, 31(4), 388. https://doi.org/10.1111/j.1753-6405.2007.00096.x

Eni, S. P., Sudarwani, M. M., Arsitektur, S., Kristen, U., & Naskah, I. (2024). Evaluasi Koridor Transit Ditinjau Dari Komponen Safety & Security ( Studi Kasus : Jalur Pedestrian Jalan Kendal Di Kawasan Tod Dukuh Atas ). 05(01), 11–17. https://doi.org/10.37253/jad.v5i1.8649

Ford, G. B. (2013). Campus Confidential: 100 Surprising Things You Should Know About University. New York: Jossey-Bass (Wiley).

Gehl, J. (2010a). Cities for People. Island Press.

Gehl, J. (2010b). Cities for People. Island Press.

Ghozali, I. (2018). (2018). Aplikasi Analisis Multtivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Edisi IX Semarang. Undip.

Gibson, J. J. (1950). The Perception of the Visual World. Houghton Mifflin.

Hillier, B., & Hanson, J. (1984). The Social Logic of Space. Cambridge University Press.

Jou, K. K. (2011). Pedestrian Areas and Sustainable Development. International Journal of Architectural and Environmental Engineering, 228–235.

Kevin Lynch. (1960). The Image of the City. MA: MIT Press.

Laksmitasari, R. (2012). OkeFinance. Diambil kembali dari Pedestrian & CityWalk.

Lestari, F. I. D., Surjono, & Budi Sugiarto Waloejo. (2025). Model Regresi Tingkat Kenyamanan Berjalan Berdasarkan Indeks Walkability Regression. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 17(2), 121–132.

Lianna Septirisa. (2021). Kajian Penilaian Indeks Walkability pada Kawasan Pendidikan Tinggi Universitas Islam Riau. 9–25.

Litman, T. (2013). Evaluating Active Transport Benefits and Costs: Guide to Valuing Walking and Cycling Improvements and Encouragement Programs. Victoria Transport Policy Institute.

Lynch, K. (1960). The Image of the City. MIT Press.

Marshall, S. (2005). Streets & Patterns. Spon Press.

Michael Southworth. (2005). Designing the Walkable City. Journal of Urban Planning and Development.

Muller, G. (2016). Urban Mobility: Strategies of Liveable Cities. Federal Ministry for Economic Cooperation and Development.

Norberg-Schulz, & Christian. (1980). Genius Loci: Towards a Phenomenology of Architecture. Rizzoli.

Panggabean, J., Hardiansyah, I., & Jumaeli, E. (2025). Analisis Walkability dan Konektivitas Jalur Pejalan Kaki di Pusat Kota Binjai. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat, 1 (4).

Pratama, R. F., & Ir. Jenny Ernawati, M. P. D. (2021). Kualitas Walkability pada jalur pejalan kaki lingkar luar kebun raya Bogor. http://repository.ub.ac.id/id/eprint/189503/

Putri, A. R. (2024). Evaluasi Kuantitatif Hambatan Fisik Jalur Pedestrian terhadap Efektivitas Walkability. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Bina.

Rahmatiani, V., & Kameswara, B. (2021). Tingkat Walkability dan Kepuasan Pejalan Kaki di Kawasan Pendidikan Jatinangor dan Kawasan Perdagangan Sudirman. 438–451.

Ramadhani, N. A., Sasongko, W., & Kurniawan, E. B. (2023). Konsep Walkability Dalam Penataan Jalur Pejalan Kaki Di Kawasan CBD Bintaro Jaya. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 15(2), 107–118.

Sasmita, K. H., & Marwati, A. (2023). Evaluasi Kualitas Ruang Pedestrian di Kawasan Ciputat Timur dengan Parameter Walkability. Lakar: Jurnal Arsitektur, 6(1), 74. https://doi.org/10.30998/lja.v6i1.16541

Sasongko, W., Ramdhani, N. A., & Eddi Basuki Kurniawan. (2022). Kajian Tingkat Walkability Jalur Pejalan Kaki Di Kawasan Cbd Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan Study Of The Walkability Level Of Pedestrian Paths In Bintaro Jaya Cbd Area, South Tangerang City. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 14(2), 127–134.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Surya, I., Rosadi, & Sudaryanto. (2022). Pemanfaatan Indeks Walkability (Kenyamanan Pejalan Kaki) dan Hubungannya dengan Kualitas Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Malioboro Yogyakarta. Jurnal Syntax Admitration, 1–6.

Torsten Hagerstrand. (1970). What about People in Regional Science? Papers of the Regional Science Association.

Umar, H. (2013). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis.

Wang, H., & Yang, Y. (2019). Neighbourhood walkability: A review and bibliometric analysis. Cities, 43-61.

Yohanes, E., Herlambang, S., & Wipranata, B. I. (2024). Studi Kualitas Kawasan Jalur Pejalan Kaki Di Area Bersejarah (Kawasan Koridor Jalan Juanda Jakarta Pusat). Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), 6(1), 827–844. https://doi.org/10.24912/stupa.v6i1.27522

Zafira Rahmadini. (2024). Analisis Walkability Kawasan Kampus Berbasis Efisiensi Waktu dan Kenyamanan Pedestrian di Pekanbaru. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 13 No. 2, 88–102.

Zafira, W. (2024). Analisis Walkabillity Jalur Pejalan Kaki Pada Jalan Pemuda Berdasarkan Persepsi Pejalan Kaki Dalam Upaya Mewujudkan Tod Di Kota Semarang. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles