PENGARUH PENATAAN KABEL OPTIK BAWAH TANAH TERHADAP KUALITAS RUANG JALAN DAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KAWASAN CIPUTAT

Authors

  • Aurel Maylana Azhar
  • Sri Pare Eni Universitas Kristen Indonesia
  • Margareta Maria Sudarwani Universitas Kristen Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37253/jad.v7i1.11889

Keywords:

penataan kabel optic, ruang jalan, lingkungan permukiman, koordinasi antarinstansi, utilitas bawah tanah

Abstract

Perkembangan kawasan Ciputat sebagai pusat kegiatan pendidikan, perdagangan, dan permukiman telah mendorong meningkatnya kebutuhan jaringan telekomunikasi berbasis kabel optik bawah tanah. Namun, metode pemasangan kabel dengan sistem open trench sering kali menimbulkan permasalahan, seperti kerusakan trotoar, genangan air, dan menurunnya kenyamanan ruang jalan serta lingkungan permukiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penataan kabel optik bawah tanah terhadap kualitas ruang jalan dan lingkungan permukiman di Jalan Pahlawan, Ciputat. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan kombinasi survei kuantitatif melalui kuesioner kepada warga dan pengguna jalan, serta wawancara kualitatif dengan instansi terkait seperti Dinas PUPR, Dinas Kominfo, kontraktor, dan perencana kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode open trench yang tidak disertai koordinasi kelembagaan menyebabkan penurunan signifikan terhadap aspek kenyamanan, keamanan, dan estetika ruang jalan, serta menimbulkan dampak sosial-lingkungan seperti penurunan kebersihan dan fungsi sosial permukiman. Kesimpulannya, penataan kabel optik bawah tanah di Ciputat belum terencana secara terpadu dan berkelanjutan. Diperlukan sistem saluran utilitas bersama (ducting system), peta utilitas terpadu, serta koordinasi lintas instansi agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat meningkatkan kualitas ruang publik dan lingkungan perkotaan secara menyeluruh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azhar, A. M., Siahaan, U., & Sudarwani, M. M. (2025). EFEKTIVITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) DALAM MENDUKUNG MOBILITAS PEJALAN KAKI (STUDI KASUS JPO SIGER MILENIAL KOTA BANDAR LAMPUNG). Journal of Architectural Design and Development (JAD), 6(2), 125-138. https://doi.org/10.37253/jad.v6i2.10484

Creswell, John W. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.

Fadilah, Nur. (2022). Analisis pengaruh penataan kabel optik bawah tanah terhadap kualitas visual ruang jalan di Jakarta Pusat (Skripsi). Universitas Indonesia.

Gehl, Jan. (2010). Cities for people. Island Press.

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2019). Pedoman teknis penataan jaringan kabel optik bawah tanah. Kominfo.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2016 tentang Penataan Kabel Udara Menjadi Kabel Bawah Tanah. Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Melati, P., Pinassang, J. L., & Suwarlan, S. A. (2024). Analisis hunian vertikal dengan konsep arsitektur modular sebagai solusi keterbatasan lahan di Kota Batam. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 5(1), 25-35. https://doi.org/10.37253/jad.v5i1.9283

Miles, Matthew Bryan., & Huberman, A. Michael. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook. SAGE Publications.

Nugraha, Dedi., & Harahap, Rahmat. (2022). Analisis dampak pekerjaan utilitas bawah tanah terhadap kualitas ruang jalan di kawasan perkotaan. Jurnal Tata Kota dan Daerah, 14(2), 45–58.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan. (2021). Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tangerang Selatan Tahun 2021–2041. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Sudiana., Pinassang, J. L., & Suwarlan, S. A. (2025). Penerapan konsep arsitektur biofilik pada bangunan perpustakaan umum di Kota Batam. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 6(1), 28-40. https://doi.org/10.37253/jad.v6i1.9910

Prabandani, D. O., Eni, S. P., & Sudarwani, M. M. (2024). Evaluasi Koridor Transit Ditinjau dari Komponen Safety dan Security (Studi Kasus: Jalur Pedestrian Jalan Kendal di Kawasan TOD Dukuh Atas). Journal of Architectural Design and Development (JAD), 5(1), 11-17. https://doi.org/10.37253/jad.v5i1.8649

Rapoport, Amos. (1969). House form and culture. Prentice-Hall.

Rizal, Muhammad Fajar., & Putri, Amelia Dewi. (2023). Koordinasi antarinstansi dalam pekerjaan utilitas bawah tanah di kawasan perkotaan. Jurnal Manajemen Infrastruktur Kota, 11(2), 67–78.

Setyawan, Bambang., & Prihatiningrum, Dyah. (2020). Kualitas ruang jalan dan kenyamanan pejalan kaki di kawasan komersial. Jurnal Arsitektur Kota dan Permukiman, 9(3), 201–212.

Southworth, Michael. (2005). Designing the walkable city. Journal of Urban Planning and Development, 131(4), 246–257.

Wibowo, Satrio Hadi., & Utomo, Ahmad. (2021). Evaluasi implementasi penataan kabel udara menjadi kabel bawah tanah di DKI Jakarta. Jurnal Infrastruktur dan Lingkungan Binaan, 7(1), 23–34.

Wijaya, Anang Rendy. (2021). Koordinasi kelembagaan dalam pekerjaan utilitas bawah tanah di kawasan perkotaan (Tesis). Institut Teknologi Bandung.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles