HUBUNGAN KARAKTER FISIK DAN AKTIVITAS PADA RUANG PUBLIK KORIDOR YOS SUDARSO, WAMENA
DOI:
https://doi.org/10.37253/jad.v7i1.11859Keywords:
ruang publik, koridor jalan, karakteristik fisik, aktivitas publik, WamenaAbstract
Koridor Yos Sudarso merupakan ruang publik utama di Kota Wamena yang berfungsi tidak hanya sebagai jalur mobilitas, tetapi juga sebagai ruang sosial dengan beragam aktivitas publik dan informal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakter fisik ruang dengan kemunculan serta dinamika aktivitas publik di Koridor Yos Sudarso. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan pada sepuluh segmen koridor, dilakukan pada pagi dan malam hari, baik pada hari kerja maupun hari libur. Data yang dikaji meliputi kondisi fisik ruang seperti pedestrian, ruang transisi (setback), pencahayaan, vegetasi, dan barier fisik serta jenis dan intensitas aktivitas publik yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen dengan karakter fisik yang terbuka, fleksibel, dan memiliki ruang transisi yang adaptif cenderung memunculkan aktivitas publik yang lebih beragam dan intens. Sebaliknya, keterbatasan elemen fisik, konflik ruang, dan pencahayaan yang tidak memadai membatasi aktivitas dan menjadikan ruang bersifat pasif, terutama pada malam hari. Temuan ini menegaskan bahwa karakter fisik koridor berperan penting dalam membentuk kualitas dan keberlanjutan aktivitas publik, serta memberikan kontribusi empiris bagi kajian ruang publik koridor perkotaan, khususnya dalam konteks kota berkembang dengan dominasi aktivitas informal.
Downloads
References
Fasikhi, F., Eni, S. P., & Sudarwani, M. M. (2023). Kualitas Ruang Terbuka Publik Menggunakan Good Public Space Index, Studi Kasus: Community Centre Pamulang. Journal of Architectural Design and Development, 4(2), 120–132.
Rahma, Y. A., & Marcillia, S. R. (2023). Setting Teritori PKL Pada Ruang Terbuka Pasar Godean. Journal of Architectural Design and Development, 4(2), 97–111.
Carmona, M. (2019). Principles for public space design: Planning to do better. Urban Design International, 24(1), 47–59. https://doi.org/10.1057/s41289-018-0070-3
Loukaitou-Sideris, A., & Ehrenfeucht, R. (2009). Sidewalks as spaces of economic survival. Journal of Urban Design, 14(1), 1–25. https://doi.org/10.1080/13574800902856798 Mehta, V. (2014). Evaluating public space. Journal of Urban Design, 19(1), 53–88.
https://doi.org/10.1080/13574809.2013.854698
Montgomery, J. (1998). Making a city: Urbanity, vitality and urban design. Journal of Urban Design, 3(1), 93–116. https://doi.org/10.1080/13574809808724418
Rahman, A., Shirazi, M. R., & Ramezani, S. (2020). Informal activities and street vitality in urban public spaces. Cities, 99, 102618.
https://doi.org/10.1016/j.cities.2019.102618
Widjaja, P., & Indraprahasta, G. S. (2018). Aktivitas informal pada ruang publik perkotaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 29(2), 123–134. https://doi.org/10.5614/jpwk.2018.29.2.4
Bromley, R. D. F. (2000). Street vending and public policy: A global review. International Journal of Sociology and Social Policy, 20(1/2), 1–28. https://doi.org/10.1108/01443330010789052
Mehta, V. (2007). Lively streets: Determining environmental characteristics to support social behavior. Journal of Planning Education and Research, 27(2), 165–187. https://doi.org/10.1177/0739456X07307947
Whyte, W. H. (1988). City: Rediscovering the center. Landscape Architecture, 78(3), 108–
https://doi.org/10.2307/44665092
Ewing, R., Clemente, O., Handy, S., Brownson, R., & Winston, E. (2016). Identifying and measuring urban design qualities related to walkability. Journal of Physical Activity and Health, 13(2), 213–219. https://doi.org/10.1123/jpah.2015-0068
Sezer, S., & Kubat, A. S. (2021). Street life and urban design: A case study of public space use. Urban Design International, 26(2), 168–183. https://doi.org/10.1057/s41289-020-00139-7



