PERANCANGAN LANSKAP KAWASAN LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU KECAMATAN MANDAU SEBAGAI TAMAN EDUKASI BUDAYA MELAYU RIAU

Authors

  • Rizky Aulia Nurrahmah Institut Teknologi Sumatera
  • Eduwin Eko Franjaya Institut Teknologi Sumatera
  • Zulvita Amanda Institut Teknologi Sumatera

DOI:

https://doi.org/10.37253/jad.v7i1.11078

Keywords:

budaya Melayu, perancangan, Riau, Ruang Terbuka Hijau, taman edukasi

Abstract

Provinsi Riau adalah tanah Melayu Indonesia yang dicanangkan sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Akan tetapi, nilai-nilai kemelayuan telah mengalami kelunturan apabila ditinjau dari pembangunan daerah serta kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain urgensi budaya, daerah perkotaan juga mengalami alih fungsi lahan yang menyalahi aturan. Kota Duri yang dijuluki “Kota Minyak” menjadi salah satu kawasan strategis Kecamatan Mandau yang membutuhkan perhatian khusus baik oleh pemerintah maupun masyarakat setempat terkait krisis Ruang Terbuka Hijau. Oleh sebab itu, gagasan perancangan taman edukasi pada lahan potensial di pusat Kota Duri yaitu kawasan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau bertujuan sebagai wadah bagi masyarakat sekitar dalam mendukung penguatan nilai budaya Melayu Riau dan pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui pendekatan perancangan oleh (LaGro, 2008) dengan penyesuaian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei lapangan dan kajian pustaka. Penelitian dilakukan bertahap dimulai dari persiapan awal, inventarisasi tapak, analisis dan sintesis tapak, konseptual, hingga menghasilkan Taman Selembayung yang berorientasi pada penerapan konsep budaya Melayu Riau baik yang bersifat benda maupun nonbenda dengan memperhatikan nilai ekologis. Hasil dari penelitian selanjutnya disajikan dalam bentuk rencana tapak, detail tampak dan potongan, serta ilustrasi visual digital tiga dimensi. Rancangan taman edukasi budaya Melayu Riau dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana edukasi budaya Melayu Riau secara rekreatif serta Ruang Terbuka Hijau yang menyediakan jasa lingkungan sekaligus ruang interaksi sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[PERDA] Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bengkalis Tahun 2022-2042. (2022).

[PERDA] Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Lembaga Adat Melayu Riau. (2012).

[PERDA] Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Riau Tahun 2005-2025. (2017).

[PERMEN] Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau. (2022).

[UU] Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. (2007).

Akkapurlaura. (2015). Pengembangan Motif Rantai, Tampuk Manggis, Pucuk Rebung, Siku Awan, dan Lebah Bergayut pada Kain Songket Melayu Riau. Seminar Nasional Cendekiawan (pp. 74-87). Jakarta: Universitas Trisakti.

Alfarabi, A., Antar, V., Nuryah, A. S., & Noor, E. S. (2019). Elite Lokal dan Upaya Pembentukan Wajah Baru Identitas Melayu di Indonesia Pascareformasi. Akademika: Journal of Southeast Asia Social Sciences and Humanities, 89 (3), 143-154.

Aurelia, N., Winandari, M. I., & Iskandar, J. (2019). Tipologi Fasad Arsitektur Tradisional Melayu Riau. MINTAKAT Jurnal Arsitektur, 1-8, Vol. 20 No. 1, Doi: 10.26905/mj.v20i1.3240.

BPS Kabupaten Bengkalis. (2023). Kecamatan Mandau Dalam Angka. Bengkalis: BPS Kecamatan Mandau.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1977). Adat Istiadat Daerah Riau. Jakarta: Balai Pustaka.

Helen., Rangkuty, G. I. U., & Nursyamsu, L. (2024). Pesisir yang Berkelanjutan: Green Architecture dengan Budaya Popular dalam Exhibition dan Convention Center di Kota Batam. JAD: Journal of Architectural Design and Development, 64-73, Vol. 05 No. 1, Doi: 10.37253/jad.v5i1.9077.

Hendraparya, T. A. (2016). RIAU DARATAN: Dari Darat Sampai Pesisir. Pekanbaru: Soreram Media.

Hidayatullah, R. (2016). Implementasi Langgam Arsitektur Melayu pada Facade Bangunan sebagai Identitas Kota Pekanbaru. Seminar Karya dan Pameran Mahasiswa Arsitektur Indonesia (pp. 430-436). Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

LaGro, J., & Jr. (2008). Site Analysis: A Contextual Approach to Sustainable Land Planning and Site Design. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons.

Mudra, M. A. (2004). Rumah Melayu: memangku adat menjemput zaman. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu.

PT Pertamina Hulu Rokan. (2023). Profil Wilayah Kerja. Retrieved from Pertamina Hulu Rokan: https://phr.pertamina.com/Website/ProfilPHR#ProfilWK

Rahman, F., & Kuniawan, H. (2021). Penerapan Ciri Khas Arsitektur Melayu Pada Fasad Bangunan Kontemporer Di Kota Pekanbaru (Kasus Perkantoran Pemerintagan Di Tenayan Raya). JAD: Journal of Architectural Design and Development, 103-113, Vol. 02 No. 2, Doi: http://dx.doi.org/10.37253/jad.v2i2.4967

Rohaini, G. (2021). Pengintegrasian Peningkatan Ruang Terbuka Hijau Dengan Penerapan Pertanian Perkotaan Berkelanjutan Di Kota Duri Kabupaten Bengkalis [Tesis]. Pekanbaru: Universitas Riau.

Sulhan, N. (2006). Pembangunan Karakter Pada Anak. Surabaya: Intelektual Club.

Ulya, M. (2020). Budaya Melayu Riau Perspektif Al-Qur'an [Disertasi]. Jakarta: Institut PTIQ Jakarta.

Yanica, M.S., Amanda, Z., & Franjaya, E. E. (2024). Perancangan Lanskap Persemaian Permanen Di Campang Raya, Kota Bandar Lampung, dengan Penerapan Wisata Edukasi. JAD: Journal of Architectural Design and Development, 183-197, Vol. 05 No. 2, Doi: 10.37253/jad.v5i2.9909.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles