INTEGRASI SISTEM HIDUP (MIKROALGA) PADA FASAD BANGUNAN GEDUNG GRAHA PENA KOTA BATAM SEBAGAI STRATEGI MITIGASI POLUSI UDARA
DOI:
https://doi.org/10.37253/jad.v6i2.10499Keywords:
mikroalga, sistem hidup, fasad bangunan, polusi udara, Arsitektur BerkelanjutanAbstract
Permasalahan kualitas udara di kawasan urban memicu dampak kesehatan yang signifikan, sehingga diperlukan strategi mitigasi yang bekerja pada skala arsitektural. Selain itu, tekanan dari aktivitas lalu lintas, industri, dan tingginya kepadatan permukiman turut mempercepat akumulasi polutan di lingkungan perkotaan. Dalam konteks ini, fasad mikroalga menawarkan pendekatan nature-based yang mampu menurunkan konsentrasi CO₂ dan partikulat, menyediakan shading pasif, serta menambah nilai edukatif dan estetika bagi ruang publik. Graha Pena Batam dipilih sebagai studi kasus karena lokasinya berada di kawasan aktivitas tinggi, sehingga potensi reduksi polutan dapat dievaluasi secara jelas, tipologi fasadnya memungkinkan penerapan sistem sebagai secondary façade pada bangunan eksisting, serta perannya sebagai pusat media memberi nilai strategis bagi penyebaran pengetahuan dan pengaruh sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi mikroalga sebagai sistem hayati yang diintegrasikan ke dalam fasad Gedung Graha Pena Batam guna mereduksi polusi udara. Metode yang diterapkan mencakup simulasi berbasis literatur, meliputi pengukuran kebutuhan media tanam, intensitas pencahayaan, dan sistem sirkulasi udara, serta kajian visual terhadap kondisi fasad eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem fasad mikroalga mampu menyerap polutan udara serta menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Integrasi mikroalga pada fasad tidak hanya berperan sebagai elemen estetis, melainkan juga sebagai solusi ekologis yang adaptif terhadap karakteristik iklim tropis Kota Batam. Dari perspektif kebijakan, implementasi sistem fasad mikroalga selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi karbon di kawasan perkotaan. Adopsi teknologi ini berpotensi menjadikan Gedung Graha Pena Batam sebagai studi kasus representatif bagi penerapan kebijakan bangunan ramah lingkungan serta pengembangan infrastruktur hijau di wilayah tropis.
Downloads
References
Agustianto, E., Gunawan, I. G. N. A., & Suwarlan, S. A. (2024). Analisis Efisiensi Bangunan pada Perpustakaan Universitas Internasional Batam dengan Pendekatan Arsitektur Hijau. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 5(1), 1–10.
Aldy Rahmat Febriansyah, Rani Ismiarti Ergantara, & Panisean Nasoetion. (2022). DAYA SERAP CO2 TANAMAN PENGISI RUANG TERBUKA HIJAU PRIVAT RUMAH BESAR PERUMAHAN SPRINGHILL DAN CITRA MAS DI KELURAHAN KEMILING PERMAI . Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains, 06(1), 20–31.
Anadolu. (2025, Maret 28). Bank Dunia: Polusi udara sebabkan 5,7 juta kematian setiap tahun. antaranews.com.
Anto Kurniawan. (2025, Februari 21). Dorong Pembangunan Batam Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Muka Indonesia di Selat Malaka. SindoNews.com.
Chisti, Y. (2007). Biodiesel from microalgae. Biotechnology advances, 25(3), 294–306.
Dhanya, D. (2025, Maret 11). BRIN Kembangkan Teknologi Mikroalga untuk Kurangi Emisi Karbon, Begini Cara Kerjanya. Tempo.co.
Kennedy, P. S. J., Mangani, K. S., Hutabarat, F. A., Juliana, J., Licyano, N. V. A., Adrian, J., & Abednego, A. H. (2025). Peningkatan Pemahaman mengenai Bioremediasi: Solusi Efektif untuk Pengelolaan Limbah di
Bantargebang. IKRA-ITH ABDIMAS, 9(2), 140–148.
Melati, I. (2020). Teknik Bioremediasi: Keuntungan, Keterbatasan dan Prospek Riset. Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan, 8(1).
Naufalya Nur Azizah, & Dalhar Susanto. (2022). Fasad Bioreaktor Mikroalga sebagai Alternatif Arsitektur yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan = Microalgae Bioreactor Facades as an Alternative Sustainable and Environmentally Friendly Architectural: The BIQ House. Universitas Indonesia.
Nursyamsu, L., Merzelish, M., & Pinassang, J. L. (2025). INTEGRATING SUSTAINABLE ARCHITECTURE CONCEPTS IN THE DESIGN OF NATURE-BASED ELEMENTARY SCHOOLS. SIGMA TEKNIKA, 8(1), 192-201.
Oktopa, H. J., & Prihatmaji, Y. P. (2020). RE-DESIGN SHOPHOUSE BUILDING DENGAN PENDEKATAN SISTEM ALGA UNTUK MENGURANGI URBAN CARBON PRINT DI GEYLANG SINGAPURA.
Pinassang, J. L., Nursyamsu, L., & Murtiono, H. (2024). KONSEP GREEN SCHOOL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 5(2), 136-149.
Rajagopalan, S., Al-Kindi, S. G., & Brook, R. D. (2018). Air pollution and cardiovascular disease: JACC state-of-the-art review. Journal of the American College of Cardiology, 72(17), 2054–2070.
Ricardo, D., Matondang, A. E., & Fajarwati, G. (2024). Analysis of the Role of the Algae Photosynthesis Facade System in the ITERA Building in Reducing Carbon Emissions. Jurnal Arsitektur, 14(1), 17. https://doi.org/10.36448/ja.v14i1.3413
Slegers, P. M., Wijffels, R. H., van Straten, G., & Van Boxtel, A. J. B. (2011). Design scenarios for flat panel photobioreactors. Applied energy, 88(10), 3342–3353.
Suwarlan, S. A., Aswanti, C., Pinassang, J. L., & Prakoso, Y. S. (2022). Analisis Bibliometrik Penerapan Konsep Green Building pada Pelabuhan Internasional Batam. Journal of Architectural Design and Development (JAD), 3(1), 30–37.
Tasya. (2024, Juni 27). Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Mikroalga untuk Atasi Perubahan Iklim. ugm.ac.id.
Wang, B., Lan, C. Q., & Horsman, M. (2012). Closed photobioreactors for production of microalgal biomasses. Biotechnology advances, 30(4), 904–912.
Widyakusuma, A. (2024). Inovasi Arsitektur Dalam Bentuk Fasad Cerdas Bangunan Untuk Mengatasi Polusi Udara Jakarta. TRAVE, 28(1), 1–14.
Zagi, N. Z. (2017). Studi penerapan solarleaf–The bioreactor facade sebagai solusi alternatif arsitektur tanggap iklim dan energi. Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia, 6(1), 13–17.



